Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Targetkan 8.500 Peserta, BSI Dukung Peningkatan Rasio Kewirausahaan 4 Persen Lewat TWB 2024
Selasa, 10 Desember 2024 19:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI siap menjaring peserta terbaik dari target pendaftar sebanyak 8.500 peserta pengusaha muda Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia dalam program Talenta Wirausaha BSI (TWB) 2024.
TWB telah diselenggarakan pada 2022 dan 2023. Dalam dua kali penyelenggaraanya, terdapat lebih dari 13 ribu wirausaha muda yang mengikuti kegiatan TWB dan menghasilkan wirausaha muda yang go global.
“Pada 2024, kami optimis dapat mencapai target mengingat rekam jejak antusiasme peserta program tersebut yang selalu melampaui angka yang dipatok atau lebih dari 8.500 pendaftar dari pengusaha muda,” kata Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam acara launching sekaligus kick-off program TWB 2024 di Jakarta, Selasa (10/12/2024).
Pada 2022, realisasinya mencapai 5.416 pendaftar dari 5.000 target peserta. Pada 2023 target peserta 7.500 pendaftar dengan realisasi 8.386 wirausaha yang mengikuti program TWB.
TWB 2024 menargetkan sebanyak 8.500 pengusaha muda, dengan program pembeda dari dua acara serupa pada tahun-tahun sebelumnya, yaitu bootcamp bagi 48 finalis agar lebih intensif dalam pelatihan dan pembinaan kepada peserta TWB.
Untuk apresiasi, total hadiah TWB 2024 mencapai Rp 750 juta untuk 24 orang peserta terbaik. Angka itu naik dari TWB 2023 yang sebesar Rp 675 juta untuk 24 orang peserta terbaik.
Baca juga : Nurjaman: Perusahaan Garmen Mana Sanggup Bayar
TWB merupakan program kompetisi, pelatihan dan pembinaan wirausaha muda oleh perseroan, untuk membangun dan mengembangkan ekosistem wirausaha muslim di Indonesia.
Lebih lanjut, Hery menambabkan, pelaku UMKM mencapai 65 juta. Menurutnya, jumlah tersebut tegasnya, berpotensi meningkatkan rasio wirausaha Indonesia.
Seperti diketahui, Indonesia ditargetkan menjadi negara maju pada 2045, yang salah satu syaratnya adalah memiliki rasio kewirausahaan mencapai minimal 4 persen.
Dibanding dengan Singapura, Amerika Serikat (AS) dan Jepang, Indonesia baru mencapai rasio kewirausahaan sebesar 3,7 persen.
“Dalam mendukung hal ini, BSI ikut mendukung capaian target kewirausahaan melalui program unggulan UMKM naik kelas melalui Talenta Wirausaha BSI,” ujar Hery.
Melalui program ini, pihaknya juga berharap, dapat terus berkontribusi positif memperkuat ekosistem wirausaha syariah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Baca juga : Perjuangan Guru Daerah Tertinggal untuk Tingkatkan Kemampuan Membaca Siswa SMP
“Para entrepreneur muda Indonesia harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja baru, dan menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk berkarya,” ujarnya.
Hery menambahkan, BSI secara berkelanjutan terus mendorong pemberdayaan sektor UMKM nasional, baik melalui program pembiayaan, digitalisasi layanan hingga pengembangan kewirausahaan.
“Hal ini sejalan dengan Asta Cita ke-3 dari pemerintahan Prabowo Subianto yakni meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur,” sebutnya.
Di kesempatan yang sama, Wakil Menteri (Wamen) UMKM Helvi Yuni Moraza mengatakan, struktur kebutuhan pembiayaan UMKM menunjukkan bahwa akses terhadap pendanaan yang memadai, menjadi faktor kunci yang dapat menentukan keberhasilan dan keberlanjutan usaha mereka.
Berdasarkan hasil riset EY Parthenon, total kebutuhan pembiayaan UMKM pada 2026 diproyeksikan mencapai Rp 4.300 triliun dengan kemampuan supply saat ini sebesar Rp 1.900 triliun.
“Artinya terdapat selisih Rp 2.400 triliun total kebutuhan pembiayaan sektor UMKM. Potensi pembiayaan wirausaha di Indonesia masih sangat besar, terutama di perbankan syariah,” katanya.
Baca juga : OCA Indonesia By Telkom Tingkatkan Komunikasi Pelaku Usaha Dengan Pelanggan
Selanjutnya, sambung Helvi, Kementerian UMKM juga siap membentuk UMKM klaster atau semacam holding UMKM yang memiliki spesifikasi usaha, dan keunggulan masing-masing usaha.
“Rencana holding UMKM ini akan mengambil salah satu UMKM terbaik, yang menjadi penanggung jawab bagi UMKM lain di bawahnya, untuk bisa memecah permasalahan kolateral yang selama ini mengganjal akses pembiayaan,” ujarnya.
Sebab selama ini, perbankan dinilai sulit memberikan kredit tanpa memperhatikan kolateral. “Maka, rencana ini terus kami kaji,” ungkapnya.
Tak hanya itu, dalam program unggulan Pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), ketahanan pangan, ketahanan energi hingga hilirisasi, keempat program unggulan tersebut semuanya melibatkan peran UMKM.
Wamen Helvi turut mengapresiasi program TWB 2024 yang telah mengambil peran strategis.
“Program ini tidak hanya memberikan ruang untuk berkompetisi, tetapi juga membimbing, melatih, dan mendampingi wirausahawan muda agar dapat naik kelas dan berdaya saing global,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya