Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Dualisme kepemimpinan di tubuh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mulai menimbulkan keresahan di kalangan anggota yang berasal dari berbagai asosiasi dan himpunan pengusaha.
Kondisi ini mendorong mereka mengambil langkah untuk memastikan aspirasi para pengusaha tetap tersampaikan, terutama kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Beberapa asosiasi yang menyuarakan kekhawatiran ini di antaranya adalah Asosiasi Penanaman Modal Asing Indonesia, Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (AMPURI), dan Asosiasi Kontraktor Perusahaan Pengerukan dan Reklamasi Indonesia (AKPPRI).
Baca juga : Maria Theodore, Ogah Memaafkan Perselingkuhan
Ketua Umum AKPPRI, Wisnu W. Pettalolo, menegaskan bahwa dualisme di tubuh Kadin mengancam kemampuan organisasi tersebut untuk memperjuangkan aspirasi anggotanya. “Dengan kondisi kepengurusan seperti saat ini, kami tidak yakin Kadin mampu menjalankan tugasnya dengan baik,” ujar Wisnu dalam jumpa pers di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (12/12/2024).
Sebagai respons, lebih dari 250 asosiasi dan himpunan pengusaha sepakat membentuk Forum Komunikasi dan Silaturahmi Asosiasi dan Himpunan Indonesia. Forum ini dirancang sebagai langkah awal untuk membentuk konfederasi jika dualisme Kadin terus berlanjut. Wisnu menegaskan, forum ini bukan untuk menyaingi Kadin, tetapi untuk memastikan aspirasi pengusaha tetap tersampaikan.
“Kami masih menjadi anggota Kadin dengan hak dan kewajiban yang sama. Forum ini adalah bentuk kepedulian terhadap kondisi saat ini,” jelas Wisnu, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Batulicin Borneo Maritim.
Baca juga : Kuasa Hukum RA Ajukan Penangguhan Penahanan
Menurutnya, keberadaan forum ini penting, terutama untuk mendukung realisasi target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan pemerintah.
Wisnu juga mengingatkan, sesuai undang-undang, Kadin memiliki tugas untuk menopang kinerja pemerintah dalam menggerakkan perekonomian nasional. “Namun, bagaimana mungkin Kadin menjalankan tugasnya jika kepengurusannya tidak solid?” katanya.
Forum ini, lanjut Wisnu, diharapkan dapat menjadi penyeimbang, sekaligus memperkuat posisi tawar pengusaha dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. “Bila dilakukan secara bersama-sama, kekuatan negosiasi akan lebih besar,” imbuhnya.
Baca juga : Prabowo Puji Kinerja Kabinet Merah Putih Di Hadapan Pengusaha Tajir Amerika
Wakil Ketua Umum AMPURI, Serioza Prakasa, turut menekankan pentingnya soliditas organisasi. Ia berharap Forum Komunikasi dan Silaturahmi dapat menjadi wadah untuk menyatukan suara pengusaha sekaligus mendorong pemerintah agar mengambil tindakan tegas terhadap dualisme kepemimpinan di Kadin.
“Soliditas adalah kunci utama dalam memperjuangkan aspirasi. Kami percaya forum ini dapat membantu menjaga stabilitas dan kekuatan organisasi pengusaha,” ujar Serioza.
Dengan pembentukan forum ini, para pengusaha berharap pemerintahan Prabowo-Gibran dapat merespons situasi di Kadin secara bijaksana, sehingga iklim usaha tetap kondusif dan mendukung pencapaian target pembangunan nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya