Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Aksi TERANG di Likupang, Pupuk Kaltim Edukasikan Pelestarian Ekosistem Perairan
Jumat, 13 Desember 2024 12:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) melalui program Employee Volunteering Initiation (Evolution), kembali menunjukkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan kawasan perairan di Indonesia.
Dengan tajuk ‘Edukasi Konservasi Terumbu Karang (AKSI TERANG)’, Evolution kali ini berlangsung di Desa Lihunu, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara.
Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo mengatakan, pihaknya berkolaborasi dengan sejumlah pihak turun langsung melakukan aksi perlestarian perairan.
Di antaranya Pupuk Kaltim Diving Club (PKTDC), Pemerintah dan masyarakat Desa Lihunu, serta Seasoldier Indonesia Cabang Sulawesi Utara.
Bersama puluhan karyawan, AKSI TERANG terbagi dalam dua sasaran, yakni rehabilitasi terumbu karang melalui pembuatan dan penurunan media terumbu sebanyak 47 unit di kawasan konservasi Taman Wisata Perairan (TWP) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang.
"Selain itu, dilakukan edukasi terkait pentingnya melestarikan lingkungan dan kawasan perairan sejak dini, melalui edutaiment puppet show bagi 47 anak di Desa Lihunu," ujar Soesilo, dalam keterangannya, Jumat (13/12/2024).
Baca juga : Angkutan Jalan Perintis Masih Terabaikan
Soesilo menjelaskan, pelestarian ekosistem perairan dan terumbu karang menjadi salah satu fokus perhatian Pupuk Kaltim dalam mendukung keberlanjutan. Sekaligus, bagian dari implementasi prinsip Environment, Social and Governance (ESG) yang menjadi landasan operasional Perusahaan.
Hal ini, kata Soesilo, melihat ancaman terhadap terumbu karang akibat aktivitas manusia maupun perubahan iklim yang terus meningkat. Sehingga, menjadi tantangan yang butuh perhatian dan penanganan bersama.
Maka melalui Evolution, perseroan menunjukkan komitmen, sekaligus aksi nyata dengan turun langsung di KEK Likupang, agar masyarakat makin memahami pentingnya pelestarian lingkungan sebagai bentuk kesadaran dan tanggung jawab bersama.
"Ini menjadi salah satu sarana efektif, dengan mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan konservasi yang berkelanjutan," katanya.
Soesilo menekankan, pentingnya kolaborasi dalam mendukung keberlanjutan ekosistem perairan juga terus dioptimalkan di kawasan sekitar perusahaan, yang setiap tahun menurunkan sekitar 500 unit terumbu buatan di area koservasi Tobok Batang dan Pasilan Kota Bontang.
Adapun, program ini telah berjalan sejak 2011 dan hingga kini terdapat 6.882 unit terumbu buatan. Pihaknya juga menginisiasi, pembentukan Center of Excellence (CoE) Terumbu Karang, meliputi berbagai kegiatan seperti transplantasi terumbu, pembibitan melalui fasilitas coral nursery, hingga penyuluhan bagi masyarakat. Serta, memiliki mitra binaan yang diberdayakan untuk pembuatan dan penuruanan media terumbu di Kota Bontang.
Baca juga : Komit Terapkan GCG, Pupuk Kaltim 5 Tahun Pertahankan Predikat The Most Trusted Company
"Mereka adalah Kelompok Kimasea dan Karaka, sebagai wujud kolaborasi bersama masyarakat sekitar," katanya.
Soesilo berharap, melalui AKSI TERANG kali ini, makin mendorong masyarakat untuk terlibat langsung dalam menjaga kelestarian ekosistem perairan dan mengajak seluruh pihak meningkatan inisiatif serupa di masa datang.
Mengingat, dampak positifnya terhadap kelangsungan ekosistem perairan bagi generasi penerus.
"Kita mungkin tidak dapat menyelesaikan semua tantangan lingkungan dalam waktu singkat. Namun, setiap langkah kecil yang diambil, akan memberikan kontribusi besar bagi masa depan bumi yang lebih baik," ungkapnya.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Desa Lihunu Candra Bawole mengapresiasi, atas dukungan Pupuk Kaltim mendorong kesadaran bersama, untuk senantiasa menjaga ekosistem perairan dalam jangka panjang.
Karenanya, kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat perusahaan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan bersama.
Baca juga : Genjot Pembangunan Desa, Pemprov Kaltim Andalkan Data Presisi Geospasial
Mengingat, sinergi yang kuat antar seluruh pihak merupakan kunci utama mewujudkan konservasi yang berkelanjutan.
"Edukasi yang bersifat atraktif ini bisa meningkatkan pemahaman generasi akan pentingnya menjaga perairan sejak dini. Semoga, inisiasi seperti ini terus berkesinambungan," harap Candra.
Sementara itu, Pembina Seasoldier Indonesia Cabang Sulawesi Utara.Rio Noval Puasa mengungkapkan, kolaborasi seperti ini merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan peran dalam menjaga kelangsungan kawasan perairan yang lebih produktif.
Terlebih, KEK Likupang menjadi salah satu destinasi andalan pariwisata Sulawesi Utara, sehingga penting untuk dijaga dari segala potensi yang dapat menimbulkan kerusakan ekosistem bawah air.
"Kami siap untuk menindaklanjuti program Evolution Pupuk Kaltim, dengan pemantauan berkala media terumbu buatan yang diturunkan. Semoga kolaborasi ini menghasilkan manfaat bagi ekositem perairan yang lebih terjaga," ujar Rio.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya