Dark/Light Mode

Askrindo Komit Tingkatkan Penetrasi Asuransi Pada Generasi Muda

Senin, 28 Oktober 2024 16:55 WIB
Dalam rangka Hari Asuransi dan Bulan Inklusi Keuangan menggelar Talkshow Generasi Muda Paham Asuransi. (Foto: Dok. Askrindo)
Dalam rangka Hari Asuransi dan Bulan Inklusi Keuangan menggelar Talkshow Generasi Muda Paham Asuransi. (Foto: Dok. Askrindo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 menunjukkan bahwa tingkat indeks literasi asuransi pada tahun 2024 mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjadi 76,25 persen dari posisi 2022 sebesar 31,72 persen.

Sementara itu, indeks inklusi asuransi pada tahun 2024 tercatat 12,21 persen atau turun dari tahun 2022 di level 16,63 persen.

Tren peningkatan indeks literasi tersebut nampaknya akan berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

Dalam rangka Hari Asuransi dan Bulan Inklusi Keuangan, melalui Talkshow “Generasi Muda Paham Asuransi” PT Askrindo terus berupaya meningkatkan penetrasi asuransi khususnya kepada Generasi Muda atau usia produktif dengan rentang usia 18 – 25 tahun.

Baca juga : Barantin Optimalkan Peran Strategis Karantina Berkelas Dunia

Direktur Utama PT Askrindo, Fankar Umran  mengatakan pentingnya memberikan kesadaran mengelola keuangan dengan bijak di usia muda.

“Generasi muda khususnya anak-anak pelajar masih banyak yang belum memahami dengan benar bagaimana cara pengelolaan keuangan mereka, apalagi memilih asuransi sebagai opsi," ujar Fankar dalam keterangannya, Senin (28/10/2024)

Fankar menambahkan, Askrindo mengajak teman-teman usia muda agar lebih paham asuransi sehingga tahu pentingnya cara memproteksi diri serta memproteksi asset-asset atau usaha yang mereka miliki dari segala risiko seperti kecelakaan diperjalanan maupun kebakaran bangunan usaha, gerobak maupun tempat.

Tania Putri, Certified Financial Planner mengatakan Generasi Muda dikenal sebagai generasi yang adaptif dengan perkembangan zaman, banyak anak muda yang mengeluarkan uang sesuai kebutuhannya terlebih dahulu, setelah itu mereka baru akan menabung sisa uangnya setelah memenuhi kebutuhannya.

Baca juga : Bamsoet: IMI Terus Komitmen Tingkatkan Keselamatan Berkendara di Jalan Raya

“Literasi keuangan harus terus ditingkatkan terhindar dari penipuan dan aktivitas-aktivitas keuangan yang ilegal," ujar Tania.

Menurutnya, dalam mengatur keuangan yang harus diatur terlebih dahulu adalah diri kita sendiri, ketika kita punya self-control yang bagus biasanya akan diimbangi dengan manajemen keuangan yang bagus juga.

"Ketika seseorang sudah mampu mengatur keuangannya, maka mereka akan mengerti risikonya. Kunci dari kesuksesan pengelolaan keuangan adalah kesadaran diri kita sendiri,” ujar Tania.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Produk PT Askrindo, Yudhi Ferraro mengatakan, generasi muda saat ini masih sangat sedikit yang memahami tentang asuransi.

Baca juga : Kebangkitan Para Petarung dari Dagestan: Generasi Baru Siap Mendominasi

Memiliki asuransi sejak usia muda dinilai suatu pilihan yang sangat penting, salah satunya untuk memproteksi diri dari risiko yang tak diinginkan di kehidupan sehari-hari.

"Dengan memiliki asuransi paling tidak kita memiliki proteksi untuk diri sendiri, saat ini sudah banyak produk asuransi yang preminya cukup murah bahkan harganya sama dengan konsumsi jajanan sehari-hari,”ujar Yudhi.

Dalam literasi asuransi ini, Askrindo juga memberikan pehamanan mengenai proses Penjaminan KUR agar generasi muda memahami mengenai pentingnya proteksi Usaha Mikro sejak dini.

"Dengan proteksi usaha atau asuransi mikro usaha, menjadi salah satu poin penting untuk meminimalkan risiko kerugian sehingga jika terjadi sesuatu pada usaha kita," pungkas Yudhi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.