Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Riset TRI: Hilirisasi Dongkrak Lapangan Kerja dan Genjot Perekonomian
Sabtu, 14 Desember 2024 21:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - The Reform Initiatives (TRI) Indonesia mengungkap, proyek hilirisasi pemerintah tak hanya menyerap tenaga kerja lebih banyak, tetapi juga menggenjot pertumbuhan ekonomi.
Ketua Tim Peneliti TRI Indonesia, Unggul Heriqbaldi menyampaikan, temuan utama riset yang dilakukan timnya adalah soal penciptaan lapangan kerja.
"Semua pihak bersepakat, isu utama dari kegiatan industri hilirisasi harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan," kata pria yang akrab dipanggil Eriq, merujuk hasil riset Analytical Hierarchy Process (AHP), Kamis (12/12/2024).
Dia bilang, hilirisasi telah memberikan kontribusi positif. Terutama, dalam peningkatan investasi di sektor-sektor strategis seperti nikel dan pasir silika.
Baca juga : Menteri ESDM: Hilirisasi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
"Menurut data kajian, sektor manufaktur yang menjadi fokus hilirisasi telah menyerap lebih dari 19,29 juta tenaga kerja pada Agustus 2023. Atau naik dari 15,62 juta pada tahun 2014," papar Eriq.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga Surabaya itu pun mencontohkan proyek hilirisasi di Konawe, Sulawesi Tenggara, yang telah menyerap lebih dari 26 ribu tenaga kerja. Secara signifikan, proyek tersebut juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Proyek-proyek ini juga membuka peluang bisnis lokal, seperti penyediaan logistik dan jasa pendukung lainnya.
"Hal itu dibuktikan dengan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang mencapai 22,52 persen," ujar Eriq.
Baca juga : Menteri Ekraf Dan Mendagri Kerja Sama Kembangkan Ekonomi Kreatif
"Penambahan smelter dan sentra pengolahan di berbagai kota, tidak hanya meningkatkan lapangan kerja tetapi juga mendorong kenaikan UMP (Upah Minimum Provinsi) di beberapa daerah," imbuhnya.
Dia pun mencontohkan Maluku Utara, yang mencatat kenaikan UMP sebesar 7,5 persen pada tahun 2024.
Sejauh ini, kata Eriq, perusahaan yang terlibat dalam proyek hilirisasi telah melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja tersebut. Salah satunya, melalui kerja sama dengan perguruan tinggi lokal. Mengembangkan pendidikan vokasi untuk melatih warga, agar bisa mengisi kebutuhan perusahaan.
"Isu berikutnya adalah hubungan antara kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja terampil bersertifikat, dengan jumlah tenaga kerja yang tersedia," beber Eriq.
Baca juga : Terima Menteri Australia, Menekraf Bahas Kerja Sama Ekonomi Kreatif
The Reform Initiatives (TRI) Indonesia bersama konsorsium yang terdiri dari Binus University, The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya Malang, dan FEB Universitas Indonesia menyelenggarakan penelitian terkait hilirisasi di Indonesia dalam berbagai tema kunci
TRI Indonesia mengambil tema spesifik "Membangun Harmoni yang Produktif antara Pekerja Asing-Domestik dan Masyarakat Lokal: Tantangan, Kesempatan, dan Kebijakan Investasi Hilirisasi di Indonesia" yang dilaksanakan di Kabupaten Konawe - Sulawesi Tenggara dan Kota Batam - Kepulauan Riau.
Hasil riset tersebut kemudian didesiminasikan TRI Indonesia, bekerja sama dengan FEB Universitas Nasional Jakarta, Rabu (12/12/2024).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya