Dark/Light Mode

Pertamina Perkuat Posisi di Pasar Karbon Indonesia

Senin, 16 Desember 2024 16:13 WIB
Penandatanganan perjanjian perdagangan kredit Karbon, dilakukan oleh CEO Pertamina NRE John Anis (tengah), dan Direktur Utama PGE, Julfi Hadi (kiri), di hadapan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri. (Foto: dok. Pertamina NRE)
Penandatanganan perjanjian perdagangan kredit Karbon, dilakukan oleh CEO Pertamina NRE John Anis (tengah), dan Direktur Utama PGE, Julfi Hadi (kiri), di hadapan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri. (Foto: dok. Pertamina NRE)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam upaya mempercepat transisi energi dan mencapai target Net Zero Emission (NZE) Indonesia, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) telah menandatangani Amendemen Perjanjian Perdagangan Kredit Karbon (PPKK).

Penandatanganan ini dilakukan oleh CEO Pertamina NRE, John Anis, dan Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, di hadapan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.

Kolaborasi ini bukan hanya sekadar langkah bisnis, ini adalah upaya nyata untuk memanfaatkan potensi energi hijau Indonesia.

Baca juga : Percepat Ekspansi, Nitori Group Buka Toko Kedua Di Indonesia

Dengan proyek geothermal Lahendong Unit 5&6 di Sulawesi Utara sebagai andalan, Pertamina NRE telah mencatat penjualan luar biasa sebesar 862 ribu ton CO2e kredit karbon, sejak peluncuran IDXCarbon pada September 2023.

Angka ini mencakup 96 persen pangsa pasar kredit karbon di Indonesia, menjadikan Pertamina NRE sebagai pemimpin pasar yang tak terbantahkan.

Dalam sambutannya, Simon menekankan pentingnya inovasi dalam mendukung transisi energi.

Baca juga : Pertamina Luncurkan Program Redeem Point Kredit Karbon MyPertamina

"Indonesia dianugerahi potensi energi hijau yang melimpah. Upaya ini akan sangat bermanfaat bagi pemerintah dalam mendorong sektor energi menuju transisi yang lebih berkelanjutan," ungkapnya.

John menambahkan bahwa fokus Pertamina NRE tidak hanya pada geothermal.

"Kami berkomitmen untuk memperluas portofolio bisnis karbon kami ke proyek biogas dan solusi berbasis alam. Kami juga berupaya menjadikan setiap acara kami carbon neutral," ujarnya, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.

Baca juga : Pengen Cepat Resign, Polisi Rajin Bolos Kerja

Julfi juga menggarisbawahi pengalaman PGE dalam kredit karbon sejak 2011.

"Penandatanganan amendemen perjanjian ini merupakan langkah strategis untuk menarik minat investor dan mempercepat komersialisasi proyek geothermal kami," jelasnya.

Dengan langkah-langkah inovatif ini, Pertamina tidak hanya memperkuat posisinya di pasar karbon tetapi juga berkontribusi pada masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan untuk Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.