Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gandeng Beigene, Etana Luncurkan Terapi Kanker Inovatif di Indonesia
Selasa, 10 Desember 2024 22:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana), perusahaan biofarmasi lokal Indonesia mendapatkan persetujuan ijin edar untuk dua obat terapi kanker terkini dan inovatif Tislelizumab dengan nama dagang ETAPIDI dan Zanubrutinib dengan nama dagang BRUKINSA. Terapi ini dikembangkan oleh BeiGene, sebuah pemimpin global dalam bidang onkologi. Terapi ini diharapkan dapat mengubah perawatan kanker di Indonesia dengan menggabungkan kemajuan global dan aksesibilitas lokal.
Penyerahan persetujuan ijin edar kedua produk ini dilakukan oleh dr. Taruna Ikrar, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan disaksikan oleh Dr. Dra. Lucia Rizka Andalucia, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. Dr. Taruna Ikrar, Kepala BPOM mengatakan “Kedua produk terapi target ini telah memenuhi standar keamanan dan efektivitas obat yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia, baik dari segi kualitas produk maupun proses produksi. Harapan kami semakin banyak industri farmasi Indonesia yang mengembangkan obat-obatan inovatif yang diperlukan oleh pasien-pasien di Indonesia sesuai standard yang berlaku.”
Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Dr. Dra. Lucia Rizka Andalucia mengatakan “Kami mengapresiasi kolaborasi antara Etana dengan BeiGene dalam memasarkan dan mengembangkan produk inovatif ini di Indonesia. Dimana kita ketahui bersama, kedepannya akan melakukan transfer teknologi sehingga diharapkan dapat mendukung Pemerintah dalam kemandirian industri farmasi di Indonesia.”
Baca juga : IPEMI Luncurkan Buku Perempuan Inspirasi Indonesia 2024
Presiden Direktur Etana, Nathan Tirtana mengatakan “Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan BPOM dalam evaluasi dan persetujuan ijin edar produk ETAPIDI dan BRUKINSA, serta dukungan dari Kementerian Kesehatan dalam mendukung kerjasama kami dengan BeiGene. Kami percaya denganhadirnya produk ini dapat memberikan kemudahan akses bagi pasien kanker yang membutuhkan pengobatan terkini penyakit kanker sesuai dengan tatalaksana yang berlaku dengan harga yang lebih terjangkau.”
“Kolaborasi dengan BeiGene merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan produk yang berkualitas tinggi, inovatif dengan harga terjangkau. Kedepannya kami akan melakukan transfer teknologi dan produksi lokal ETAPIDI di Indonesia melalui kerjasama dengan BeiGene,” tambah Nathan.
Michelle Tan, General Manager BeiGene Asia Tenggara, menyatakan, "Kolaborasi kami dengan Etana menegaskan misi BeiGene untuk meningkatkan kesetaraan kesehatan dengan memastikan bahwa pengobatan kanker inovatif dapat menjangkau lebih banyak pasien yang membutuhkan. Bersama-sama, kami menghadapi beban kanker yang semakin meningkat di Indonesia dan menegaskan kembali komitmen kami untuk membuat terapi yang mengubah hidup menjadi lebih mudah diakses dan terjangkau di seluruh dunia."
Kolaborasi Etana dengan BeiGene, lanjut Nathan, menunjukkan kekuatan kemitraan dalam menghadapi tantangan kesehatan yang kritis. "Dengan menggabungkan kehadiran dan pemahaman Etana yang mapan terhadap lanskap kesehatan di Indonesia dengan keahlian global BeiGene dalam inovasi onkologi, kemitraan ini dirancang untuk mengatasi beban kanker yang semakin meningkat di negara ini" pungkasnya.
Sebagai informasi, ETAPIDI adalah produk antibodi monoklonal anti-PD-1 yang telah disetujui oleh badan pengawas di lebih dari 40 negara, termasuk Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat dan European Medicines Agency (EMA). Terapi ini telah disetujui di Indonesia untuk pengobatan Kanker Paru-Paru Bukan Sel Kecil (Non-Small Cell Lung Cancer/NSCLC) dan Karsinoma Sel Skuamosa Esofagus (Esophageal Squamous Cell Carcinoma/ESCC).
BRUKINSA adalah inhibitor molekul kecil dari Bruton Tyrosine Kinase (BTK) yang tersedia secara oral (Zanubrutinib) dan telah dipasarkan di lebih dari 70 negara dengan lebih dari 100.000 pasien yang telah dirawat secara global. BRUKINSA memiliki indikasi terluas secara global dibandingkan inhibitor BTK lainnya dan diindikasikan di Indonesia untuk pengobatan Makroglobulinemia Waldenstrom (WM) dan Limfoma Sel Mantel (Mantle Cell Lymphoma/MCL).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya