Dark/Light Mode

KCIC Tegaskan Tak Terlibat Pengadaan Jasa Pengangkutan Kereta Cepat

Selasa, 17 Desember 2024 10:37 WIB
Kereta cepat Whoosh. (Foto: Ist)
Kereta cepat Whoosh. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) membantah tudingan keterlibatan dalam dugaan persekongkolan terkait pengadaan jasa pengangkutan kereta cepat Jakarta-Bandung. 

Hal ini ditegaskan oleh General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunnisa dalam keterangan, Selasa (17/12/2024).

Baca juga : Persija Dihajar Bali United, Carlos Pena Pertanyakan Keputusan Wasit

“Kami klarifikasi secara tegas bahwa tidak ada keterlibatan PT KCIC dalam proses pengadaan jasa pengangkutan kereta cepat. KCIC tetap berkomitmen memastikan seluruh kegiatan perusahaan dilakukan sesuai dengan prinsip dan tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Eva. 

Eva menjelaskan, pengadaan penyedia jasa pengangkutan Electric Multiple Unit (EMU) dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Depo Tegalluar dilakukan oleh CRRC Sifang, pabrikan EMU yang merupakan bagian dari konsorsium High-Speed Railway Contractor Consortium (HSRCC). Proses tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab CRRC Sifang, tanpa keterlibatan KCIC.

Baca juga : Menko Yusril Pastikan Bali Nine Tetap Narapidana Meski Dipulangkan Ke Australia

Pengangkutan EMU berlangsung sejak September 2022 hingga Juni 2023, sesuai jadwal kedatangan di Pelabuhan Tanjung Priok. Dalam periode tersebut, sebanyak 12 EMU diangkut dalam beberapa tahap menuju Depo Tegalluar.

Berdasarkan kontrak Engineering, Procurement, and Construction (EPC) antara KCIC dengan konsorsium HSRCC, KCIC menerima EMU dalam kondisi siap operasi dan telah tersertifikasi oleh lembaga yang berwenang.

Baca juga : Nelayan Dan Warga Pesisir Dukung Program Makan Bergizi Gratis

“Kami kembali menegaskan bahwa KCIC tidak memiliki keterlibatan dalam pengadaan jasa pengangkutan EMU yang sedang diinvestigasi oleh KPPU. Segala proses yang terjadi merupakan ranah dan tanggung jawab CRRC Sifang sebagai pabrikan EMU yang ditunjuk,” tutup Eva.

KCIC menyatakan komitmennya untuk menjalankan seluruh operasional perusahaan dengan menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Klarifikasi ini sekaligus menjadi respons atas spekulasi yang berkembang mengenai dugaan persekongkolan dalam pengadaan jasa pengangkutan tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.