Dark/Light Mode

BCA Syariah Tekan Pembiayaan Kredit Bermasalah Di Bawah 2 Persen

Jumat, 22 November 2024 20:37 WIB
Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum saat menggelar Media Workshop di Bogor, Jumat (22/11/2024). (Foto: Istimewa)
Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum saat menggelar Media Workshop di Bogor, Jumat (22/11/2024). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank BCA Syariah mencatatkan angka positif pada kualitas pembiayaan kredit bermasalah (Non Performing Financing/NPF) di akhir tahun 2024.

Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum menyatakan pihaknya terus berupaya menekan angka NPF agar di bawah 2 persen.

"Insya Allah kita tetap bisa menjaga NPF sampai akhir tahun dengan nilai yang baik. Insya Allah nggak sampai 2 persen untuk NPF. Mudah-mudahan alhamdulilah," kata Yuli di Bogor, Jumat (22/11/2024).

Baca juga : Gaet Batumbu, BNI Salurkan Pembiayaan UMKM Hingga Rp 1,2 Triliun

Diakui Yuli, tantangan menjaga kualitas kredit nasabah cukup berat. Mengingat terjadinya kenaikan NPF pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) maupun sektor konsumer.

"Sebenarnya kita tahu tantangannya luar biasa, apakah terjadi kenaikan NPF, iya, di sektor SME (Small Medium Enterprise) maupun konsumer juga mengalami kenaikan. Tetapi, di kami Alhamdulillah sangat terkendali karena memang prinsip kehati-hatian tetap kami jalankan dengan sebaik-baiknya," ujar Yuli.

Pada segmen UMKM, Yuli menjelaskan bahwa segmen ini membutuhkan ketahanan yang tinggi di tengah volatilitas perekonomian domestik ataupun global.

Baca juga : Polda Kalbar Tegaskan Kasus Dugaan Korupsi BP2TD Jalan Terus

"Tantangannya adalah di segmen UMKM atau SME itu memang endurance. Butuh kondisi endurance yang sangat tinggi," ujar Yuli.

Selain itu, Yuli menuturkan tantangan lainnya yaitu seiring melemahnya daya beli masyarakat, serta adanya penurunan jumlah kelas menengah di dalam negeri.

"Di saat daya beli turun, ekonomi menengah bergeser ke bawah. Seperti itu, buat perbankan memang tantangannya adalah bagaimana supaya tetap dapat memilih, melihat secara hati-hati mana yang memiliki sustainability atas prospeknya," pungkas Yuli.

Baca juga : Survei Terakhir 4 Lembaga, Mas Pram-Bang Doel Berpotensi Menang 1 Putaran

Adapun pada semester I-2024, BCA Syariah mencatatkan laba bersih senilai Rp 89,4 miliar atau tumbuh 20,9 persen year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Total aset perseroan tumbuh 11,5 persen (yoy) menjadi senilai Rp 14,9 triliun, diantaranya ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang tumbuh 21 persen (yoy) menjadi senilai Rp 9,5 triliun.

Pada periode ini, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 11,9 persen (yoy) menjadi senilai Rp 11,2 triliun, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.