Dark/Light Mode

Bos HSBC: Indonesia Seperti Berlian Yang Menyala Di Mata Investor

Minggu, 29 Desember 2024 14:43 WIB
Head of Global Market and Securities Services HSBC Indonesia, Ali Setiawan. Foto: YouTube/ Rakyat Merdeka TV
Head of Global Market and Securities Services HSBC Indonesia, Ali Setiawan. Foto: YouTube/ Rakyat Merdeka TV

RM.id  Rakyat Merdeka - Head of Global Market and Securities Services HSBC Indonesia, Ali Setiawan, menyebutkan bahwa di mata investor asing, Indonesia sebagai "berlian yang menyala". Meskipun ia juga menggaris bawahi, dua faktor kunci yang kerap jadi pertimbangan investor sebelum mengucurkan duitnya ke Indonesia.

"Bagus, ya, too good to go to be ignored (terlalu menarik untuk diabaikan). Nah, istilahnya seperti berlian yang menyala," kata Ali saat berbincang dengan host Firsty Hestyarini dan Siswanto, serta Staf Ahli Ekonomi Makro Kementerian Investasi Imam Suyudi di podcast Rakyat Merdeka (RM.id), Senin (25/11).

Lalu apa dua faktor penting bagi investor sebelum mengucurkan dananya ke Tanah Air? Menurut Ali adalah konsistensi dan persistensi.  

Dua hal ini penting. Karena selaku perbankan asing yang selama ini menjembatani pemerintah dengan investor asing, pihaknya, kata Ali masih kerap mendengar adanya bottleneck atau hambatan-hambatan yang dihadapi investor.

"Misalnya, jika mereka ingin berinvestasi di sektor tertentu, tapi nanti mandek di satu hal. Atau jika ingin mengeksekusi capture injection di suatu proyek, nanti akan ketemu bottleneck (hambatan)," lanjutnya.

Baca juga : 3 Ditarik, Ini Skuad Indonesia Di Ajang Malaysia Open

Kendati begitu, ia mengakui bahwa pemerintah sebenarnya telah memangkas banyak hambatan investasi dalam beberapa tahun terakhir. Tinggal bagaimana konsistensi dan persistensinya.

"Pemerintah sudah banyak mendukung dengan policy framework akomodatif yang sebelumnya di roll out oleh Presiden Jokowi," akunya.

Ia berharap, upaya pemerintah tersebut berlanjut ke pemerintahan Presiden Prabowo. Sehingga kepercayaan investor untuk melihat Indonesia sebagai destinasi investasi terus meningkat.

Menurut Ali, hal ini penting diperhatikan, mengingat persaingan di kawasan ASEAN semakin ketat. Ia mencontohkan Vietnam, yang selama ini berhasil menarik pangsa pasar investasi asing secara agresif. 

"Dari sisi potensi, kita ini sudah pasti dianggap sebagai ekonomi yang besar, tapi under penetrated dan big potensial," imbuhnya.  

Baca juga : Indonesia Makin Seksi Di Mata Investor, Nggak Kalah Sama Vietnam Dan Malaysia

Ali juga menyoroti pentingnya investasi yang fokus pada sektor-sektor strategis yang menjadi keunggulan Indonesia. Sehingga bisa menciptakan lapangan kerja baru, kelas menengah bertambah dan bisa menggenjot konsumsi domestik.

Apalagi, mesin utama pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah konsumsi domestik. "Daya beli yang lebih besar bisa mendorong kita keluar dari middle income-trap," tandasnya.

Ali juga mengapresiasi langkah pemerintah yang sudah mengupayakan kerangka kebijakan yang lebih ramah investasi. Menurutnya, perubahan ini sudah mulai membangun kepercayaan investor. "Mereka nyaman pasti dan transparan gitu," ungkapnya.  

Selain itu, Ali juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur terus digenjot untuk menciptakan peluang ekonomi. Namun, ia berharap pembangunan tersebut tidak hanya terkonsentrasi di pulau Jawa.

"Secara geograsif, itu kan kita sangat unik ya. Negara kepulauan dengan 18.000 pulau, di mana kita bisa menciptakannya in ekonomi di provinsi lain dan itu bisa berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi kita juga," pungkasnya.

Baca juga : Duka Vanuatu, Indonesia Kirimkan Bantuan Kemanusiaan

"Progress yang kita rasakan terutama di second pemerintahan Pak Jokowi itu memang sangat penting untuk creating in ekonomi ya," akunya.

Sebagai penutup, Ali optimistis Indonesia mampu merealisasikan potensi besarnya. Namun, ia kembali mengingatkan bahwa konsistensi dan persistensi adalah kunci utama. "Kalau kita bisa menjaga momentum ini, saya yakin Indonesia akan terus menjadi berlian yang menyala di mata dunia," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.