Dark/Light Mode

H-2 Tahun Baru, Stok Sembako Aman, Harganya Stabil

Senin, 30 Desember 2024 08:28 WIB
Pedagang sembako. (Foto: Antara)
Pedagang sembako. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hingga H-2 Tahun Baru 2025, stok sembako di dalam negeri masih aman. Harganya pun masih relatif stabil, ada yang alami kenaikan dan juga penurunan. Terpenting, tidak ada pangan yang langka di pasaran.  

Berdasarkan Data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Minggu (29/12/2024) siang, harga beras, minyak, gula, hingga telur alami penurunan sedikit dibanding sebelumnya. 

Harga beras premium turun 0,06 persen menjadi Rp 15.430 per kilogram (kg). Beras medium turun 0,07 persen menjadi Rp 13.490 per kg. Minyak goreng (migor) kemasan sederhana terpantau turun 0,21 persen menjadi Rp 18.770 per liter. Hal serupa juga terjadi pada migor curah yang dibanderol Rp 17.600 per liter.

Namun, pada jenis pangan holtikultura justru alami kenaikan. Bawang merah naik 0,07 persen menjadi Rp 40.850 per kg, bawang putih bonggol naik 0,02 persen menjadi Rp 42.680 per kg. 

Selain itu, harga cabe merah keriting naik 1,43 persen menjadi Rp 48.160 per kg. Sedangkan cabe rawit merah naik 0,66 persen menjadi Rp 57.910 per kg.

Daging sapi murni juga naik 0,06 persen menjadi Rp 135.460 per kg. Begitu juga dengan daging ayam ras naik 0,05 persen menjadi Rp 37.770 per kg. Menariknya, harga telur ayam ras justru turun 0,10 persen menjadi Rp 30.900 per kg.

Baca juga : Tunda Dulu Deh Rencana Kerek Tarif Transjakarta

Di Jakarta, harga sembako melebihi harga rata-rata nasional. Harga segala jenis beras beras kompak turun. Beras IR I dibanderol Rp 14.675 per kg, beras IR II Rp 14.465 per kg, beras IR III Rp 13.935 per kg. Migor curah juga mengalami penurunan menjadi Rp 19.059 per kg.

Bahkan, harga cabe dan bawang di Jakarta, alami kenaikan yang cukup tinggi. Harga cabe merah keriting sudah menembus Rp 70 ribu per kg. Cabe merah besar Rp 62.186, cabe rawit merah hampir menyentuh Rp 80 ribu, dan cabe rawit hijau Rp 61.217 per kg. 

Sementara bawang merah juga naik menjadi Rp 45.176 per kg. Sedangkan bawang putih menyentuh angka Rp 47.199 per kg. Namun, kenaikannya masih relatif stabil.

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengaku, telah melakukan berbagai upaya untuk menjinakkan harga kebutuhan pokok selama periode libur Natal dan Tahun Baru. Budi rajin berkeliling pasar dan distributor di berbagai daerah. 

Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga bersinergi dengan Bapanas Pemerintah Daerah untuk menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Sembari terus memantau harga secara real time melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Terbaru, Budi meninjau pasar di Lampung. 

"Sampai dengan 27 Desember atau dua hari setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2024 dibandingkan bulan lalu harga bahan pokok cenderung stabil," katanya, saat rapat koordinasi pangan di Bandar Lampung, Sabtu (28/12/2024).

Baca juga : Libur Nataru, Tiket Masuk The Jungle Hanya 99 Ribu

Berdasarkan catatan Mendag, komoditas harga pangan yang tergolong stabil meliputi beras, gula, minyak goreng baik curah, premium maupun Minyakita, tepung, daging sapi, tepung terigu dan bawang putih.

Beras premium memiliki harga Rp 16.300 per kg, beras medium Bulog Rp 12.600 per kg, gula pasir Rp 18.200 per kg, migor curah Rp 17.600 per liter, Minyakita Rp 17.200, dan migor kemasan premium Rp 21.900.

Daging sapi Rp 138.700 per kg, tepung terigu Rp 13.200 per kg, cabe merah keriting Rp 46.700 per kg, cabe merah besar Rp 48.300 per kg, cabe rawit merah Rp 57.200 per kg, bawang putih kating Rp 44.400 per kg, dan bawang putih honan Rp 44.200 per kg.

"Sementara komoditas yang mencatatkan peningkatan harga adalah bawang merah yang mengalami kenaikan harga menjadi Rp 43.900 per kilo atau naik 5,78 persen dibanding bulan sebelumnya," urai Budi.

Ia menjelaskan, tingginya permintaan masyarakat membuat telur ayam ras naik 7,59 persen menjadi Rp 32.600 per kg, daging ayam ras naik 3,12 persen menjadi Rp 39.700 per kg. Adapun kenaikan cabe masih dalam harga acuan: 26-37 persen.

"Yang pasti untuk ketersediaan bahan pangan di akhir tahun hingga tahun depan mencukupi, dan harga akan terus kami pantau secara berkala," tegas pria yang juga Ketua DPP PAN ini.

Baca juga : Imbauan Prabowo, Stasiun TV Siarkan Lagu Indonesia Raya Serentak

Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan ketersediaan bahan pangan terkendali jelang pergantian tahun. Terlebih, Kementerian Pertanian telah melakukan peninjauan harga pangan di sejumlah daerah. 

Hasilnya, cukup menggembirakan. Tercermin dari harga kebutuhan pokok yang tercatat dalam berbagai panel harga Pemerintah. "Alhamdulillah stok kita aman. Bahkan bahan pangan terjadi penurunan harga," kata Amran.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri mengatakan, belum ada lonjakan harga signifikan. Menurutnya, kenaikan harga tahun ini tidak akan separah tahun-tahun sebelumnya.

Mansuri menganggap, persiapan Pemerintah dalam mengamankan pasokan relatif membaik. Hal lainnya terkait dengan isu menurunnya daya beli masyarakat luas. "Kalau daya beli bagus, permintaan tinggi, maka gejolak itu akan terasa," pungkasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.