Dark/Light Mode

Integrasikan Hotel Yang Dikelola BUMN

Share Swap HIN Dan WIKA Kerek Ekosistem Pariwisata

Selasa, 31 Desember 2024 07:30 WIB
Anak perusahaan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) yaitu PT Hotel Indonesia Natour (HIN) atau InJourney Hospitality melakukan transaksi share swap PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) yang dimiliki oleh InJourney Hospitality dengan saham milik PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) PT Hotel Indonesia Properti (HIPro) di Jakarta, Sabtu (28/12/2024). (Foto: InJourney Hospitality)
Anak perusahaan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) yaitu PT Hotel Indonesia Natour (HIN) atau InJourney Hospitality melakukan transaksi share swap PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) yang dimiliki oleh InJourney Hospitality dengan saham milik PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) PT Hotel Indonesia Properti (HIPro) di Jakarta, Sabtu (28/12/2024). (Foto: InJourney Hospitality)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendorong integrasi hotel-hotel yang dikelola perusahaan pelat merah. Ini dilakukan untuk mendongkrak nilai ekosistem pariwisata Indonesia.

Salah satu upayanya dengan transaksi share swap PT Wijaya Karya Realty (Wika Realty) yang dimiliki PT Hotel Indonesia Natour (HIN) atau InJourney Hospitality, dengan saham milik PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Wika) di PT Hotel Indonesia Properti (HIPro).

Share swap dapat diartikan pertukaran suatu aset berbasis ekuitas dengan aset lain.

Wakil Menteri BUMN Kar­tika Wirjoatmodjo mengatakan, dalam lima tahun terakhir trans­formasi HIN menjadi InJourney Hospitality telah menghadirkan atmosfir baru, brand, terobosan dan hotel berstandar internasional serta mampu berdaya saing.

Tiko-sapaan Kartika Wirjoat­modjo berharap, dengan dilaku­kannya transaksi share swap ini, tidak hanya meningkatkan performa InJourney Hospitality sebagai perusahaan hospitality terkemuka di Indonesia. Tetapi juga dapat menghadirkan inovasi dan perubahan besar ke depannya. Hal ini dapat mendo­rong peningkatan kualitas pari­wisata menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.

Baca juga : Pemerintah Renovasi10 Ribu Sekolah Di 2025

“Penambahan portofolio hotel yang dikelola InJourney Hospitality akan mendorong sinergi dan meningkatkan nilai ekosistem pariwisata Indonesia,” terang Tiko me­lalui siaran pers, Jumat (27/12/2024).

Di kesempatan sama, Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat mengakui, langkah strategis ini sejalan dengan arahan Kementerian BUMN untuk meningkatkan nilai tam­bah. Khususnya melalui opti­malisasi aset yang dikelola se­cara profesional dan terintegrasi. Termausk menyatukan visi besar BUMN pariwisata melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.

“Kami ingin mengintegrasikan dan meningkatkan nilai hotel BUMN agar mampu mem­bangun industri pariwisata yang lebih kuat, profesional dan ber­daya saing tinggi,” ungkapnya.

Selain itu, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJour­ney, sebagai induk usaha HIN, juga mencanangkan inisiatif strategis transformasi Injourney Hospitality untuk mengelola dan mengopti­malkan potensi aset hotel BUMN.

Karenanya, penandatanga­nan Akta Transaksi HIPro an­tara HIN dan WIKA ini menjadi milestone dalam mendorong transformasi ekosistem pari­wisata nasional agar lebih kom­petitif dan berkelanjutan.

Baca juga : Gerindra Kaji Untung-Rugi Pilkada Tidak Langsung

Lebih lanjut, Christine menjelaskan, transaksi ini dilakukan melalui mekanisme share swap atas kepemilikan 22,57 persen saham Wika Realty yang dimiliki InJourney Hospitality kepada Wika, dengan 50,99 persen saham HIPro yang dimiliki WIKA (yang sebelumnya merupakan SPV hold­ing hotel milik PT WIKA Realty) kepada InJourney Hospitality.

Saat ini HIPro memiliki 11 portofolio hotel. Yakni, Meru­saka Nusa Dua, Truntum Kuta, Truntum Padang, Grand Inna Medan, Grand Inna Tunjungan, Grand Inna Malioboro, Grand Inna Samudra beach, Inna Tretes, Khas Parapat, Inna Sindhu Beach Hotel dan Inna Bali Heritage.

Acara penandatanganan telah diselenggarakan pada 19 De­sember 2024.

“Dengan begitu, Injourney Hospitality diharapkan dapat menjadi operator hotel terbesar ketiga di Indonesia, dengan mengelola lebih dari 100 unit hotel milik BUMN,” kata Christine.

Direktur Utama WIKA Agung BW mengapresiasi, Kementerian BUMN beserta jajaran atas dukungannya mewujudkan transaksi strategis ini.

Baca juga : Pilkada Ulang Butuh Rp 20 M

Menurut Agung, pencapaian ini wujud nyata kolaborasi dan sinergi BUMN untuk memperkuat daya saing bangsa.

“Langkah ini menjadi tonggak penting dalam mendukung trans­formasi pariwisata nasional yang lebih terintegrasi, inovatif dan berkelanjutan,” tegas Agung.

Menanggapi ini, pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadian­syah berpendapat, sinergi antar BUMN memang perlu dilakukan untuk menguatkan bisnis usaha masing-masing perusahaan.

Apalagi, kata Trubus, BUMN itu bergerak di industri pari­wisata dan keberadaan hotel menjadi bagian penting dari industri tersebut. IMA

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Selasa, 31 Desember 2024 dengan judul "Integrasikan Hotel Yang Dikelola BUMN, Share Swap HIN Dan WIKA Kerek Ekosistem Pariwisata"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.