Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sepanjang 2024 Terjadi 573 Kasus
DPR: Cegah Kekerasan Di Lembaga Pendidikan
Selasa, 31 Desember 2024 07:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Senayan menyoroti kasus kekerasan di lembaga pendidikan. Pemerintah diminta melakukan perbaikan sistem Pendidikan
Wakil Ketua Komisi X dari Fraksi PKB DPR Lalu Hadrian Irfani menyebut Indonesia tengah mengalami darurat kekerasan pendidikan. Sebab, sepanjang 2024, terjadi 573 kasus kekerasan di lembaga pendidikan dirilis Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI).
“Data ini menunjukkan bahwa jumlah kekerasan di lembaga pendidikan sangat tinggi. Ini sangat memprihatinkan. Indonesia sudah masuk darurat kekerasan,” terang Lalu Hadrian Irfani, Senin (30/12/2024).
Baca juga : Bahlil: Yang Mau Wisata Pegunungan, No Problem
Jumlah kekerasan di lingkungan pendidikan pada 2024 meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di tahun 2023 jumlah kekerasan di sekolah mencapai 285 kasus. Di tahun 2022 194 kasus, di 2021 142 kasus, dan 2020 sebanyak 91 kasus.
Yang semakin memprihatinkan lagi, kata politisi Fraksi PKB ini, kekerasan tersebut tidak hanya terjadi di sekolah, tapi juga di lembaga pendidikan berbasis agama, seperti madrasah dan pesantren. Walaupun dilakukan pengawasan selama 24 jam, tetap terjadi kekerasan di pesantren.
“Ini tidak boleh dibiarkan. Kalau merujuk data JPPI, setiap hari terjadi kekerasan di lembaga pendidikan. Ini kan sangat menyedihkan,” papar legislator asal Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) II itu.
Baca juga : SDM Unggul Kerek Daya Saing Jakarta Kota Global
Kasus kekerasan itu terus berulang. Bahkan, rekaman video kekerasan menyebar luas di media sosial. Semua orang yang melihat tindak kekerasan itu pasti akan mengelus dada dan merasa prihatin terhadap peristiwa tersebut. Begitu brutal kekerasan itu terjadi
Hadrian pun mengajak semua pihak terkait untuk turun tangan mengatasi persoalan yang sangat mengkhawatirkan itu. Pemerintah harus melakukan perbaikan terhadap sistem pendidikan yang ada sekarang.
Tidak hanya Pemerintah, lembaga pendidikan, baik sekolah, madrasah, dan pesantren juga harus melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran. “Ini menjadi tanggung jawab dan tugas kita bersama untuk melakukan perbaikan. Kalau dibiarkan akan semakin banyak kekerasan terjadi,” beber Hadrian.
Baca juga : The Citizens Akhiri Paceklik Kemenangan
Dia juga mengajak para orang tua untuk mendidik anak-anak mereka dengan baik. Mengajarkan budi pekerti dan akhlak yang baik kepada anak mereka. Kasih sayang kepada sesama harus ditanamkan dalam diri anak sejak dini.
Selain itu, dia juga mengingatkan orang tua perlu melakukan pengawasan terhadap anak-anak mereka. Baik pengawasan terhadap pergaulan maupun dalam penggunaan media digital. Jangan sampai mereka terpengaruh adegan kekerasan yang mereka tonton di media.
“Yang tidak kalah penting, orang dewasa, baik orang tua, guru, dan pengasuh harus menjadi contoh bagi anak. Kita berharap tindak kekerasan tidak terjadi lagi,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya