Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gelontorin Rp 17 Triliun
Pemerintah Renovasi10 Ribu Sekolah Di 2025
Selasa, 31 Desember 2024 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah akan merevitalisasi 10 ribu sekolah tahun depan. Anggarannya, mencapai Rp 17,1 triliun.
Hal itu diungkap Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti usai rapat koordinasi tingkat menteri terkait program revitalisasi sekolah di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, di Jakarta, Senin (30/12/2024).
“Untuk sekolah di ajaran 2025 itu ada 10 ribu sekian sekolah yang kami renovasi,” ungkap Mu’ti.
Dia mengatakan, program revitalisasi ini akan difokuskan pada sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat terutama akibat bencana alam. “Terutama karena bencana alam yang terjadi di beberapa tempat di Indonesia,” tuturnya.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini menilai, revitalisasi sekolah ini bagian dari program percepatan Pemerintah Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, setidaknya ada 10.440 satuan pendidikan, baik sekolah negeri, swasta, maupun pondok pesantren, yang akan direnovasi dan direhabilitasi pada tahun depan.
Baca juga : Share Swap HIN Dan WIKA Kerek Ekosistem Pariwisata
Menurut Mu’ti, secara teknis, renovasi dinilai lebih mudah dilakukan dibandingkan membangun baru. Kemudian, sekolah-sekolah tersebut sudah berfungsi sebagai layanan pendidikan di masyarakat. Renovasi itu nanti mencakup berbagai kebutuhan.
Misalnya, penambahan ruang kelas untuk sekolah yang kekurangan ruang belajar, perbaikan sekolah dengan kerusakan berat akibat usia bangunan atau bencana alam, serta pembangunan ruang belajar baru bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Selain itu, dalam rapat koordinasi tingkat menteri, kata Mu’ti, Pemerintah juga sepakat memindahkan pelaksanaan program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Sementara untuk renovasi Madrasah Aliyah (MA) tetap dilakukan oleh Kementerian PU.
Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menambahkan, anggaran untuk renovasi MA pada 2025 mencapai Rp 2,4 triliun. Dengan madrasah yang direnovasi mencapai 212.
Rata-rata anggaran revitalisasi per madrasah lebih besar dari sekolah konvensional hingga Rp 11,32 miliar per madrasah. Sementara, rata-rata anggaran revitalisasi per sekolah konvensional sepanjang 2025 hanya Rp 1,83 miliar.
Diana menekankan, pengucuran anggaran perbaikan madrasah akan ditentukan berdasarkan tingkat kerusakan yang terjadi.
Baca juga : Gerindra Kaji Untung-Rugi Pilkada Tidak Langsung
Dia mengakui anggaran untuk renovasi MA lebih sedikit dibanding renovasi sekolah lainnya lantaran jumlahnya lebih sedikit.
“Terlebih lagi, sekolah swasta yang direvitalisasi Pemerintah juga termasuk dalam penganggaran yang dilakukan Kemendikdasmen,” tuturnya.
Menko PMK Pratikno mengatakan, program revitalisasi ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk mencapai hasil terbaik dan segera memberikan dampak nyata di bidang pendidikan.
“Jadi ini adalah sinkronisasi program agar bisa terealisasi segera di awal tahun, terutama revitalisasi sekolah dan sekolah unggulan,” kata Pratikno.
Dia menjelaskan, rapat juga membahas strategi penganggaran, hingga pelaksanaan program agar berjalan efektif dan tepat sasaran. Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
“Kami harapkan bagaimana data sasarannya, strategi implementasinya, agar tetap berjalan secara efektif dan efisien dengan tata kelola baik serta tepat sasaran,” ucapnya.
Baca juga : Pilkada Ulang Butuh Rp 20 M
Selain revitalisasi, Pemerintah juga merancang program Sekolah Unggulan Garuda. Yaitu, inisiatif untuk menciptakan SMA berstandar internasional dengan konsep boarding school.
Sementara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro memastikan, program sekolah menengah atas atau SMA Unggulan sudah dalam proses untuk dilaksanakan. Satryo mengatakan, bahwa program SMA Unggulan ini bisa dimulai di awal 2025.
Pemerintah, kata Satryo, menargetkan secara total hingga 2029 akan ada 40 SMA unggulan yang tersebar di Indonesia.
“Kami targetkan ada 20 SMA Unggulan baru dan 20 SMA atau MA eksisting yang ditingkatkan menjadi SMA Unggulan,” ungkapnya.
Program SMA Unggulan ini merupakan salah satu program percepatan Pemerintah di sektor pendidikan. Program ini disebut sebagai permintaan langsung Presiden Prabowo Subianto kepada Kemendiktisaintek.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya