Dark/Light Mode

Kerek Jumlah Penumpang Di Soetta

Erick Minta Waktu Tempuh KA Bandara Dipersingkat

Jumat, 3 Januari 2025 07:05 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir.
Menteri BUMN Erick Thohir.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memaksimalkan layanan bandara kelolaan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports, serta Kereta Bandara kelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Ini dilakukan untuk memberikan layanan lebih optimal kepada masyarakat.

Untuk itu, pada hari pertama ta­hun 2025, atau Rabu (1/1/2025), Menteri BUMN Erick Thohir tancap gas mengecek kesiapan terminal 2F, tepatnya di gate 6, Bandara Internasional Soekar­no-Hatta (Soetta), Tangerang, yang akan dioperasikan menjadi terminal khusus penerbangan umrah dan haji pada akhir Januari mendatang.

Selain itu, Erick juga mengecek layanan KA Layang dan KA Bandara sebagai angku­tan umum yang memobilisasi pergerakan masyarakat dari ban­dara ke pusat kota Jakarta, begitu pun sebaliknya.

Dalam pantauan Rakyat Merdeka, Erick tiba di Bandara Soetta pukul 14.55 WIB. Dia disambut Direktur Utama InJourney Air­ports Faik Fahmi dan Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Entus Asnawi Mukhson, serta sejumlah jajaran direksi In­Journey Airports dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Baca juga : Ani: APBN 2024 Sukses Jaga Stabilitas Ekonomi

Saat ini sejumlah fasilitas seperti ruang tunggu, lounge, ruang VIP (Very Important Person), hingga masjid seluas 3 ribu meter, yang bisa menampung sampai 2 ribu orang, telah siap digunakan.

Erick mengatakan, Terminal 2F Bandara Soetta melayani hingga 10 ribu jemaah umrah setiap hari, baik keberangkatan maupun kedatangan. Sedangkan pada musim haji, jumlah jemaah bisa mencapai 241 ribu orang dan jemaah umrah antara 1,3 juta-1,5 juta orang per tahun.

Karenanya, dia mendorong InJourney Airports terus mem­perbaiki layanan, khususnya bagi penumpang umrah dan haji. Tidak hanya bagi penumpang VIP, tetapi juga yang regular.

Erick menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari efisiensi.

Baca juga : Penanganan Stunting Kudu Optimal Dan Tepat Sasaran

“Daripada membangun termi­nal 4 baru senilai Rp 14 triliun, ternyata dengan Rp 1 triliun bisa menaikkan jumlah penumpang di bandara ini. Makanya, dilaku­kan remapping,” ujar mantan bos Klub Inter Milan itu.

Dia melihat, kondisi di banyak negara juga ada konektivitas yang tinggi dari bandara ke kota-kota, dengan angkutan umum seperti kereta. Hal itu kian memudahkan mobilitas para penumpang.

“Kalau Jepang sudah 80 persen, kulturnya memang luar biasa. Tapi di banyak negara, paling tidak rata-rata penumpang dari airport ke titik kota itu bisa 30-40 persen,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya bersama InJourney Airports dan KAI akan terus meningkatkan penyebaran informasi soal operasional KA Bandara. Dengan begitu, dia ber­harap, dari 56 juta penumpang di bandara, 20 persen bisa terserap oleh kereta bandara.

Baca juga : Valencia Vs Real Madrid, Misi El Real Kudeta Puncak Klasemen

“20 persen itu bisa 10 juta orang. Sekarang penumpang (KA Bandara) masih 1,5 juta,” imbuhnya.

Tak hanya itu, untuk menarik minat masyarakat menggunakan KA Bandara, Erick meminta KAI mengkaji waktu tempuh dari Bandara Soetta ke pusat kota, seperti Stasiun BNI City di kawasan perkantoran Sudirman, yang saat ini sekitar 50 menit perjalanan.

Apalagi stasiun ini juga ter­koneksi dengan Stasiun Karet dan Sudirman, yang melayani naik turun penumpang KRL. Juga terkoneksi dengan LRT (Light Rail Transit) Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi).

“Ini (direksi KAI) lagi coba hitung, apa bisa (waktu tempuh KA Bandara) di bawah 40 menit atau 35 menit. Jadi, orang lebih efisien lagi naik kereta dari pusat kota ke bandara. Mungkin perlu waktu 6 bulan, bisa ya,” pin­tanya ke direksi KAI.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.