Dark/Light Mode

Sri Mul Beberin APBN 2024

Asumsi Pemerintah Banyak Yang Meleset

Selasa, 7 Januari 2025 08:10 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin (6/1/2025). (Foto: Humas Kemenkeu)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin (6/1/2025). (Foto: Humas Kemenkeu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan laporan kinerja APBN 2024. Hasilnya, asumsi Pemerintah banyak yang meleset.

Sri Mulyani menuturkan, APBN 2024 mengalami defisit Rp 507,8 triliun atau setara 2,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, angka ini lebih kecil dibandingkan prediksi saat laporan semester I 2024 yang mencapai 2,70 persen.

Sedangkan pendapatan negara sepanjang 2024 mengalami kenaikan 2,1 persen menjadi Rp 2.842,5 triliun. Penerimaan ini berasal dari pajak, bea cukai, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBM) yang meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2023.

Baca juga : Erick Umumkan Pelatih Baru Timnas 12 Januari

“Meskipun penerimaan pajak mengalami tekanan, kita bisa recover kembali,” kata Sri Mul dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin (6/1/2025).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga melaporkan soal belanja negara. Kata dia, belanja negara tahun 2024 mencapai Rp 3.350,3 triliun. Meski penerimaannya meningkat, belanjanya juga ikut menggelembung hingga 7,3 persen dibanding tahun 2023.

Realisasi belanja negara ini juga melebihi target APBN 2024 yang hanya Rp 3.325,1 triliun. Kata Sri Mulyani, hal ini dikarenakan meningkatnya belanja kementerian dan lembaga (K/L). Tercatat realisasi belanja K/L mencapai Rp 1.315 triliun atau melonjak menjadi 120,6 persen dari target APBN 2024 yang sebesar Rp 1.090,8 triliun.

Baca juga : Heru Purnomo: Saya Tidak Yakin, Anak Belajar Di Waktu Libur

“Belanja negara realisasi sementara lebih tinggi dari APBN awal. Kalau dilihat dari APBN awal, naiknya itu mencapai Rp 200 triliun lebih di realisasi belanja K/L,” jelasnya.

Namun, lonjakan belanja K/L itu sebagian ditambal dari anggaran belanja non-K/L yang realisasinya 85,1 persen dari target menjadi Rp 1.171,7 triliun.

“Memang sebagian adalah perpindahan dari belanja non-K/L. Namun, juga karena beberapa belanja K/L memang mengalami kenaikan,” ucap Bendahara Negara tersebut.

Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Isi Libur Dengan Beragam Program

Sehingga, secara keseluruhan realisasi belanja pemerintah pusat sepanjang 2024 mencapai Rp 2.486,7 triliun atau 100,8 persen dari target Rp 2.267,5 triliun. Sementara itu, untuk belanja transfer ke daerah (TKD) realisasinya Rp 863,5 triliun atau 100,7 persen dari target APBN 2024 yang sebesar Rp 881,4 triliun.

Sri Mulyani menyebut kondisi ini menjadi pondasi bagi kesehatan APBN untuk mendukung kerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“APBN 2024 yang kami sampaikan di sini masih belum diaudit, jadi non audited. Ini adalah based on case yang kita terima, kita hitung dan kita laporkan,” ungkap Sri Mulyani.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.