Dark/Light Mode

Tekan Angka Pasien TB, Medco Foundation Sasar Hingga Daerah Terpencil

Kamis, 9 Januari 2025 10:04 WIB
Ketua Umum PPTI Yani Panigoro (kedua dari kiri), menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengatasi Tuberkulosis (TB). (Foto: Medco Foundation)
Ketua Umum PPTI Yani Panigoro (kedua dari kiri), menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengatasi Tuberkulosis (TB). (Foto: Medco Foundation)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan Indonesia berada di posisi kedua dunia dengan kasus TB terbanyak setelah India, mencapai lebih dari satu juta kasus pada 2023.

Menanggapi situasi ini, Medco Foundation bersama mitra strategis terus menggencarkan program eliminasi TB untuk menekan angka penderita dan kematian akibat penyakit tersebut.

Penggiat eliminasi TB dari Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Dokter Ika Herniyanti, aktif mendampingi pasien TB selama lebih dari satu dekade.

Ia terlibat dalam penemuan kasus, perawatan pasien, dan edukasi masyarakat terkait pencegahan TB.

"Pasien harus kita bantu dan rawat supaya bisa sembuh," ujar Ika.

PPTI, dengan dukungan Medco Foundation dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi), telah menjangkau 12 provinsi dan 62 kabupaten/kota di Indonesia.

Baca juga : Saksikan Layanan PBG, Mendagri Apresiasi Pemkot Tangerang

Hingga September 2024, lebih dari 4.400 orang dari berbagai kalangan telah menjadi penerima manfaat program ini, yang dijalankan melalui ratusan kader terlatih.

Ketua Umum PPTI Yani Panigoro, menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengatasi TB.

“Kerja sama erat antara organisasi dan mitra pendukung akan sangat membantu pengendalian TB,” katanya.

Selain PPTI, Medco Foundation juga bermitra dengan Stop TB Partnership Indonesia (STPI) untuk melaksanakan advokasi kebijakan di tingkat pemerintah pusat dan daerah.

Sepanjang 2023, STPI bersama mitra lainnya berhasil mengidentifikasi lebih dari 84.000 kasus TB.

Head of Medco Foundation Roni Pramaditia, menyatakan bahwa dukungan eliminasi TB merupakan bagian dari komitmen jangka panjang lembaga tersebut.

“Kami terus mendukung cita-cita eliminasi TB pada 2030 melalui Gerakan Bersama Menuju Eliminasi Tuberkulosis,” ujarnya.

Tantangan di Daerah Terpencil

Baca juga : Perkuat Kapasitas Pemda, Bapenda Makassar Hadiri Sharing Session Digitalisasi Daerah

Salah satu tantangan terbesar dalam eliminasi TB adalah menjangkau daerah terpencil dengan akses yang sulit.

Medco Foundation bersama mitranya memberikan perhatian khusus untuk melatih kader kesehatan di wilayah-wilayah tersebut.

Deteksi dini diharapkan mampu mempercepat proses penyembuhan pasien.

Di Kepulauan Seribu, Jakarta, program ini juga berjalan dengan melibatkan kader terlatih.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu Dokter Murniasi Hutapea, mengapresiasi inisiatif Medco Foundation.

“Pelatihan kader sangat penting mengingat kondisi geografis Kepulauan Seribu yang sulit dijangkau,” katanya.

Selain Kepulauan Seribu, program ini menyasar berbagai wilayah terpencil di Indonesia yang minim fasilitas kesehatan.

Baca juga : Fadli Zon Ungkap Posisi Indonesia sebagai Peradaban Tertua Dunia

Medco Foundation berkomitmen menjangkau daerah-daerah tersebut melalui kerja sama lintas sektor.

Dengan pendekatan ini, diharapkan angka penularan TB dapat ditekan secara signifikan.

Roni menegaskan bahwa program eliminasi TB ini adalah langkah penting untuk menciptakan generasi yang lebih sehat.

“Generasi yang maju dimulai dari kesehatan yang baik,” tutupnya.

Medco Foundation optimistis program ini akan membawa dampak besar hingga tingkat akar rumput.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.