Dark/Light Mode

SFA Pastikan, Anggur Shine Muscat Di Singapura Aman Dimakan

Rabu, 30 Oktober 2024 22:09 WIB
Ilustrasi anggur Shine Muscat (Foto: Istimewa)
Ilustrasi anggur Shine Muscat (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pangan Singapura (SFA) memastikan, anggur Shine Muscat yang beredar di negaranya aman untuk dimakan, Rabu (30/10/2024).

Pernyataan ini disampaikan SFA, setelah lembaga tersebut melakukan uji pestisida dan langkah-langkah pengontrolan kualitas terhadap jenis anggur tersebut.

“Hasil tes untuk pestisida pada anggur Shine Muscat tidak mendeteksi adanya tingkat residu yang menjadi masalah keamanan pangan,” demikian penjelasan SFA kepada Channel News Asia (CNA), Rabu (30/10/2024).

"SFA akan terus menguji dan memantau situasi untuk melindungi kesehatan masyarakat,” imbuh pernyataan tersebut.

SFA memiliki peraturan untuk membatasi jumlah residu bahan kimia yang diizinkan seperti pestisida, yang bisa saja tetap ada dalam makanan. Mereka mengklaim rutin melakukan tes pestisida dalam makanan, termasuk buah-buahan seperti anggur Shine Muscat.

Baca juga : Bapanas Siap Investigasi Residu Pestisida Anggur Shine Muscat

"Makanan tidak akan diizinkan untuk dijual, jika gagal dalam pemeriksaan SFA dan tes keamanan pangan. Produk makanan, termasuk anggur Shine Muscat, juga harus diimpor oleh importir berlisensi SFA,” terang badan pangan tersebut.

Tak kalah penting, retailer harus memastikan, makanan yang mereka jual diperoleh dari sumber yang diatur SFA, disiapkan atau diproses dengan cara yang aman dan higienis, serta tidak membahayakan keamanan makanan.

Sekadar latar, keresahan publik terhadap anggur Shine Muscat mencuat dalam seminggu terakhir, setelah otoritas Thailand mengumumkan pihaknya telah mendeteksi tingkat pestisida yang luar biasa tinggi, dalam berbagai sampel anggur tersebut.

Mengutip Bangkok Post, Jaringan Peringatan Pestisida Thailand memperingatkan tentang kontaminasi anggur Shine Muscat pada pekan lalu, setelah menemukan sebagian besar sampel yang diuji mengandung residu kimia berbahaya di atas tingkat maksimum yang diizinkan.

Dari 24 sampel yang dikumpulkan dari berbagai lokasi, termasuk toko online dan supermarket, 23 sampel mengandung residu pestisida yang melebihi batas hukum.

Baca juga : Cek Keamanan Anggur Shine Muscat, Kemenkes Koordinasi Dengan Kementan

Sembilan sampel diimpor dari Cina, 15 sisanya tidak dapat diidentifikasi.

Menurut penjelasan SFA, anggur Shine Muscat di Singapura umumnya diimpor dari negara-negara seperti China, Korea Selatan, dan Jepang.

Juru Bicara FairPrice Group, ja ringan supermarket terbesar di Singapura mengatakan, pihaknya rutin melakukan pemeriksaan kualitas terhadap semua produknya, termasuk anggur Shine Muscat.

Produk pangan yang dijual, harus memenuhi standar ketat untuk menjamin aspek kesegaran dan keamanan.

"Mengingat insiden baru-baru ini di Thailand, Departemen Keamanan Pangan kami memantau situasi dengan cermat dan akan terus meninjau semua informasi yang relevan, untuk memastikan keamanan produk kami," papar Juru Bicara FairPrice Group.

Baca juga : AHY Pastikan Pembangunan IKN Dilanjutkan

Terkait hal tersebut, CNA juga telah menghubungi Cold Storage dan operator Giant Dairy Farm Group, Sheng Siong dan Don Don Donki untuk informasi lebih lanjut.

Kupas Kulit

SFA mengingatkan konsumen, agar dapat memastikan bahwa buah-buahan yang mereka beli aman untuk dimakan.

Cuci buah dengan baik sebelum dikonsumsi. Menggosok permukaan buah dengan lembut saat membilas, dapat membantu menghilangkan residu pestisida.

"Mengupas kulit buah-buahan dapat membantu menghilangkan residu pestisida, karena sebagian besar residu ditemukan di permukaan buah-buahan," terang SFA.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.