Dark/Light Mode

Industri Shipping Global Membaik, PIS Optimistis Cetak Kinerja Positif Tahun Ini

Senin, 13 Januari 2025 09:59 WIB
Ilustrasi. (Foto: Dok Pertamina International Shipping)
Ilustrasi. (Foto: Dok Pertamina International Shipping)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertamina International Shipping (PIS) optimistis kembali mencetak kinerja positif pada 2025, seiring dengan proyeksi industri shipping global yang membaik dan bertumbuh tahun ini.

Pada akhir 2024, Fitch Ratings Global merilis proyeksi positif untuk industri pengiriman dan perkapalan dengan mengubah outlook dari “memburuk” menjadi “stabil” di 2025.

Penilaian ini mencerminkan dinamika pasar yang mulai kembali ke tingkat normal setelah periode penuh tantangan.

Faktor seperti isu dekarbonisasi dan dampak geopolitik turut memengaruhi proyeksi tersebut.

Selain itu, perubahan lanskap politik global memberikan optimisme pada sektor pengangkutan minyak dan gas, memperkuat daya tarik industri dalam jangka panjang.

Ketua Umum Indonesian National Shipowners Association (INSA), Carmelita Hartoto, mengapresiasi proyeksi Fitch yang meningkatkan optimisme pelaku industri.

Baca juga : Raih Pendapatan Rp 3,4 T, PT Sentul City Tbk Optimis Properti Tumbuh Positif Di Tahun 2025

“Inovasi adalah langkah kunci bagi industri untuk memanfaatkan momentum bisnis yang cerah di 2025. Kami berharap proyeksi ini mendorong percepatan inovasi dalam menangkap peluang pasar,” ungkap Carmelita.

Kinerja Positif dan Strategi 2025

Sebagai Subholding Integrated Marine Logistics (SH IML) dan perusahaan tanker terbesar di Asia Tenggara, PIS menyambut positif outlook ini dengan menyiapkan berbagai strategi untuk memanfaatkan momentum tersebut.

“PIS menangkap sinyal positif pasar dengan rutin berinovasi. Pada semester pertama 2024, kami berhasil mencatat laba sebesar 280,9 juta dolar AS. Pencapaian ini menjadi pijakan untuk menyusun strategi bisnis di 2025,” ujar Direktur Perencanaan Bisnis PIS, Eka Suhendra, Kamis (9/1).

Eka menjelaskan bahwa sejak 2022, terjadi kenaikan pasar yang memberikan dampak positif pada industri shipping.

Permintaan pembangunan kapal baru juga mengalami booming di galangan seluruh dunia.

Pada 2024, Global Seaborne Trade diperkirakan mencapai 66,551 miliar tonne-miles dengan rata-rata pertumbuhan permintaan sebesar 6,5 persen.

Baca juga : BSI Optimistis Kinerja Tumbuh Double Digit

Tarif shipping juga naik sebesar 35 persen dibandingkan rata-rata 10 tahun terakhir.

Sementara itu, hasil pemilu AS memberikan kepastian bahwa sektor angkutan minyak dan gas masih prospektif untuk beberapa tahun ke depan.

Namun, Eka menambahkan bahwa tantangan seperti dinamika geopolitik, regulasi internasional, dan volatilitas harga energi tetap membayangi bisnis PIS di 2025.

“Kami akan menyiasati tantangan ini dengan meningkatkan asuransi, mencari rute lebih aman, serta membuka peluang diversifikasi muatan green cargo untuk mengurangi dampak fluktuasi harga energi,” katanya.

Tahun 2025 juga menjadi masa transisi penting bagi PIS dalam mendukung keberlanjutan.

PIS telah menyiapkan roadmap transisi energi melalui modernisasi armada dengan teknologi dual-fuel, investasi pada perangkat hemat energi, digitalisasi operasional, dan pembangunan terminal hijau (green terminal).

Baca juga : Dukung Asta Cita Pemerintah, BSI Optimistis Kinerja 2025 Tumbuh Double Digit

Pendekatan ini bertujuan memenuhi standar emisi global sekaligus menjadikan PIS pelopor pelayaran ramah lingkungan.

“Kami fokus memanfaatkan momentum stabilitas pasar dengan menetapkan tarif kompetitif, memperluas rute internasional, serta mengadopsi teknologi ramah lingkungan untuk memenuhi tuntutan industri yang semakin berorientasi pada keberlanjutan,” tambah Eka.

PIS juga mengoptimalkan sinergi dengan anak perusahaan, seperti PT Pertamina Trans Kontinental dan PT Pertamina Energy Terminal, guna mendukung kebutuhan logistik yang lebih terintegrasi.

“Dengan strategi ini, kami yakin dapat menjaga pertumbuhan positif. Dan memperkuat posisi PIS sebagai penyokong ketahanan energi nasional sekaligus pemain signifikan di industri perkapalan global,” pungkas Eka.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.