Dark/Light Mode

Dukung Swasembada Energi, PIS Optimalisasi AI Sektor Maritim

Senin, 9 Desember 2024 16:59 WIB
Chief Executive Officer (CEO) PIS Yoki Firnandi mengatakan, sebagai bagian dari Pertamina Group, pihaknya terus menggalakkan pengadopsian teknologi AI di seluruh sektor operasional. (Foto: Dok. PIS)
Chief Executive Officer (CEO) PIS Yoki Firnandi mengatakan, sebagai bagian dari Pertamina Group, pihaknya terus menggalakkan pengadopsian teknologi AI di seluruh sektor operasional. (Foto: Dok. PIS)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina International Shipping (PIS) menekankan, peran penting teknologi Artificial Intelligence (AI) sistem teknologi maritim dalam mewujudkan swasembada energi nasional.

Chief Executive Officer (CEO) PIS Yoki Firnandi mengatakan, sebagai bagian dari Pertamina Group, pihaknya terus menggalakkan pengadopsian teknologi AI di seluruh sektor operasional untuk meningkatkan tingkat efektivitas dari segi pelayanan maupun pemeliharaan infrastruktur.

“Teknologi AI telah berkembang dengan sangat pesat dan kegunaannya telah terbukti dapat membantu meningkatkan efisiensi di berbagai industri," ujarnya, melalui siaran pers, Senin (9/12/2024).

Saat ini, pihaknya telah mengoptimalisasikan teknologi AI di berbagai aspek operasional perusahaan, seperti monitoring kapal secara real-time dan optimalisasi perawatan fasilitas di terminal PIS.

Baca juga : AMPI Dukung Program Makan Bergizi Gratis Lewat Sektor Peternakan

Menurutnya, salah satu realisasi pengadopsian AI dalam ekosistem PIS adalah melalui pengembangan Sistem Monitoring Sarana Tambat Pertamina (SIMONTANA) yang dikembangkan Pertamina Marine Engineering (PME), yaitu salah satu perusahaan afiliasi di bawah PIS grup.

Yoki menjelaskan, SIMONTANA merupakan sistem predictive maintenance  berbasis cloud yang memungkinkan teknisi di lapangan untuk mendapatkan laporan kondisi sarana dan prasarana di pelabuhan secara real-time.

Saat ini, PIS dan PME tengah melakukan pembaharuan terhadap sistem SIMONTANA dengan melakukan integrasi berbasis Internet of Things (IOT) yang juga didukung penggunaan teknologi AI.

Yoki berharap, pembaharuan ini dapat meningkatkan kapasitas SIMONTANA untuk menganalisa kondisi infrastruktur pelabuhan secara lebih mendalam serta memberikan rekomendasi kepada para teknisi di lapangan.

Baca juga : Pemerintah Genjot Program Biodiesel

Selain itu, PIS juga mengadopsi teknologi modul kendaraan nirawak (drone) yang dapat digunakan, baik di laut maupun di udara untuk membantu pengecekan fasilitas bawah laut seperti pipa, sistem mooring, struktur jetty dan lainnya.

Bahkan, penggunaan drone juga berfungsi untuk pengecekan infrastruktur darat berukuran besar, seperti marine loading armada (MLA) dan juga fasilitas jetty.

Tak hanya itu, berbagai pembenahan juga terus dilakukan terhadap fasilitas, demi meningkatkan efektivitas serta masa pakai dari berbagai fasilitas yang tersedia.

"Salah satunya, dengan pengembangan desain jetty di beberapa terminal serta penambahan sumber energi hijau, melalui pemasangan panel surya serta penggunaan teknik cold ironing saat kapal bersandar di pelabuhan," bebernya.

Baca juga : Dukung Swasembada Nasional, MIND ID Pacu Produksi Aluminium

Yoki menambahkan, proses optimalisasi AI dalam operasional PIS merupakan jawaban terhadap upaya pemenuhan swasembada energi Indonesia yang juga tertuang dalam misi pemerintah Indonesia dalam Asta Cita. Bahkan, melalui penggunaan teknologi AI, PIS bukan hanya meningkatkan efisiensi. Tetapi, juga memperkuat ketahanan energi nasional, melalui pengurangan masa tunggu kapal hingga optimalisasi perhitungan kargo.

"Langkah ini adalah bagian penting dari upaya kita untuk mencapai swasembada energi, sejalan dengan misi Pemerintah yang tertuang dalam program Asta Cita,” pungkas Yoki.    

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.