Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kesenjangan Keterampilan dan Strategi Reskilling untuk Hadapi 2030
Selasa, 14 Januari 2025 22:58 WIB
Dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang begitu cepat, masalah utama yang perlu disoroti adalah kesenjangan keterampilan. Laporan Future of Jobs 2025 dari World Economic Forum menunjukkan, kebutuhan akan keterampilan kerja terus berubah akibat perkembangan teknologi, transisi menuju ekonomi hijau, dan dinamika demografis.
Menurut prediksi, pada tahun 2030, sekitar 39 persen keterampilan yang ada sekarang akan menjadi usang atau memerlukan pembaruan.
Kesenjangan keterampilan terjadi ketika tenaga kerja tidak memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Misalnya, di era digital seperti sekarang, spesialis big data, insinyur fintech, dan pengembang perangkat lunak semakin diminati. Sebaliknya, pekerjaan administratif seperti juru ketik dan kasir mulai tergantikan oleh teknologi otomatisasi.
Teknologi membuka banyak peluang baru, namun di sisi lain, pekerjaan manual mulai tampak jelas kehilangan relevansinya. Hal ini memunculkan kebutuhan akan keterampilan baru seperti literasi teknologi, analisis data, hingga kreativitas.
Reskilling dan upskilling menjadi solusi wajib. Kesenjangan keterampilan harus segera dilakukan reskilling (pelatihan ulang) dan upskilling (peningkatan keterampilan) menjadi strategi yang tidak bisa ditawar lagi.
Baca juga : Tangerang Raya Area Strategis Investasi, LPKR Perluas Portfolio Produk Baru
Berikut tiga hal yang bisa kita lakukan untuk menghadapi ini:
1. Kolaborasi Pemerintah, Industri, dan Pendidikan
Pemerintah, pelaku industri, dan lembaga pendidikan harus bekerja sama membuat program pelatihan yang relevan. Contohnya, insentif pajak untuk perusahaan yang fokus pada pelatihan karyawan bisa menjadi dorongan besar.
2. Peningkatan Akses ke Pelatihan Digital
Dengan makin berkembangnya teknologi, pelatihan berbasis digital seperti kursus online atau simulasi menjadi lebih mudah diakses. Bahkan, sektor teknologi dan energi tercatat sebagai yang paling aktif dalam menawarkan pelatihan.
Baca juga : Anggaran Makan Bergizi Gratis: 71 Triliun Cuma untuk 6 Bulan
3. Fokus pada Keterampilan Lunak (Soft Skills)
Tidak hanya keterampilan teknis, tetapi kemampuan seperti kreativitas, berpikir kritis, fleksibilitas, dan kepemimpinan juga sangat penting. Pekerja perlu terus belajar dan beradaptasi dengan cepat.
Melibatkan lebih banyak kelompok yang kurang terwakili, seperti perempuan dan generasi muda di negara berkembang, dapat mempersempit kesenjangan keterampilan dan menciptakan peluang yang lebih merata.
Teknologi seperti AI dan platform pembelajaran online menjadi sahabat terbaik dalam mendukung reskilling. Dengan AI, materi pelatihan bisa disesuaikan dengan kebutuhan individu, membuat proses belajar jadi lebih efisien. Selain itu, AI dapat memetakan keterampilan yang sedang dibutuhkan di pasar kerja.
Namun, tantangannya tetap ada. Salah satunya adalah kurangnya investasi di bidang pelatihan, terutama di negara berkembang . Sebanyak 63 persen pemberi kerja bahkan mengaku bahwa kesenjangan keterampilan menjadi penghambat transformasi bisnis mereka.
Baca juga : Wamentan Minta Peternak Sapi Di Jatim Siaga 1 Hadapi PMK
Dari 2025 ini, mari songsong 2030 dengan optimisme. Meski penuh tantangan, kesenjangan keterampilan juga membuka peluang besar. Dengan strategi yang tepat, dunia kerja dapat menjadi lebih adaptif dan inklusif. Kolaborasi lintas sektor, dukungan teknologi, dan investasi dalam pelatihan adalah kuncinya.
Mari siapkan 2030 sebagai era tenaga kerja yang lebih tangguh dan siap menghadapi perubahan!
Suryadi.kangboi
Trainer, pengelola training produktivitas
Trainer, pengelola training produktivitas
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya