Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar pagi ini dibuka melemah 0,18 persen ke level Rp 16.299 per dolar Amerika Serikat (AS) dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp 16.270 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Baht Thailand melemah 0,49 persen, peso Filipina minus 0,13 persen, dolar Singapura minus 0,07 persen, won Korea Selatan melemah 0,05 persen, dolar Hongkong turun 0,006 persen, yuan China melemah 0,004 persen, dan ringgit Malaysia naik 0,06 persen.
Baca juga : Pagi Ini, Rupiah Menguat Ke Rp 16.273
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,10 persen ke level 109,12. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,54 persen ke level Rp 16.729, terhadap poundsterling Inggris melemah 0,10 persen ke level Rp 19.892, dan terhadap dolar Australia minus 0,08 persen ke level Rp 10.089.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, terdapat sejumlah sentimen yang memengaruhi pergerakan rupiah. Dari luar negeri, data menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja AS untuk periode Desember 2024 meningkat secara tak terduga dan tingkat pengangguran menurun.
Baca juga : Awal Pekan, Rupiah Melemah Ke Posisi Rp 16.280
“Kondisi tersebut menandakan akhir 2024 yang kuat bagi pasar tenaga kerja. Dengan begitu, terdapat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap bulan ini. Fokus juga tertuju pada data inflasi AS untuk isyarat lebih lanjut tentang prospek suku bunga The Fed,” katanya, Rabu (15/1/2025).
Bank sentral mengisyaratkan bahwa inflasi yang kuat dan kekuatan di pasar tenaga kerja akan memberinya lebih banyak dorongan untuk mempertahankan suku bunga acuan. Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) merilis data penjualan eceran atau ritel yang mengalami peningkatan tipis untuk periode Desember 2024. Penyebab utama adalah menggeliatnya industri ritel di Indonesia hingga akhir 2024.
Baca juga : Rupiah Menguat Tipis Ke Rp 16.206 Per Dolar AS
Ia memproyeksi, rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.1270 - Rp 16.350 per dolar AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya