Dark/Light Mode

Dukung Pertanian Modern

PLN Tambah 53.539 Pelanggan Baru Electrifying Agriculture Pada 2024

Jumat, 17 Januari 2025 21:42 WIB
Petugas PLN sedang melakukan pengecekan listrik untuk pompa pengairan sawah di Kampung Telaga Sari, Merauke, Papua Selatan. Melalui program Electrifying Agriculture, kini produktivitas para petani di kampung tersebut semakin meningkat. (Dok. PLN)
Petugas PLN sedang melakukan pengecekan listrik untuk pompa pengairan sawah di Kampung Telaga Sari, Merauke, Papua Selatan. Melalui program Electrifying Agriculture, kini produktivitas para petani di kampung tersebut semakin meningkat. (Dok. PLN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Electrifying Agriculture (EA) dari PT PLN (Persero) terus mencatatkan keberhasilan dengan penambahan 53.539 pelanggan baru pada tahun 2024.

Total pelanggan program ini kini mencapai 300.535, naik dari 246.996 pelanggan di tahun sebelumnya.

Program EA dirancang untuk mendukung modernisasi sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan di Indonesia.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa EA menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi agrikultur berbasis listrik.

Baca juga : Dukung Kinerja Positif Semester 1, PNM Sabet 6 Penghargaan Bergengsi

"Kami menciptakan nilai bersama (Creating Shared Value) untuk masyarakat dan lingkungan. Teknologi ini membantu ekosistem pertanian menjadi lebih modern, meningkatkan produktivitas, dan penghasilan petani," ujar Darmawan.

Sepanjang 2024, total daya tersambung melalui program ini mencapai 4.203,36 MVA, dengan konsumsi listrik 6,17 TWh.

Dampaknya, penjualan listrik di segmen pelanggan EA tumbuh 10,15 persen, diikuti peningkatan pendapatan sebesar 9,35 persen (YoY).

"PLN berdedikasi menjamin akses energi yang andal, terjangkau, dan modern untuk semua, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan nasional," tambah Darmawan.

Baca juga : Bertanding Sengit Lawan BIN, Jakarta Electric PLN Boyong Runner Up Proliga 2024

Komandan Satgas Pertahanan Pangan Kementerian Pertanian Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa penggunaan pompa air listrik melalui program EA membantu menghemat biaya operasional dan meningkatkan efisiensi waktu.

"Dengan pompa listrik, biaya operasional lebih hemat dibandingkan bahan bakar solar, sehingga produktivitas petani meningkat," jelasnya.

Ketua Kelompok Tani Mekar Sari Gatot (59), turut merasakan manfaat program ini di Desa Sukorejo, Ponorogo, Jawa Timur.

"Dengan pompa listrik, kami bisa menghemat biaya operasional hingga 300 persen. Dari Rp 1,5 juta untuk pompa diesel, sekarang hanya Rp 500 ribu, dan produksi pertanian meningkat," ungkap Gatot.

Baca juga : PLN Icon Plus Raih Pendapatan Rp 5,363 Triliun Pada 2023

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Dydik Rudi Prasetya, menambahkan bahwa listrik dari program EA juga mendukung peningkatan Indeks Pertanaman (IP).

"Ponorogo kini menjadi area panen raya IP 200, 300, hingga 400, berkat listrik yang mendukung kebutuhan pengairan petani," jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.