Dark/Light Mode

Menko Muhaimin Iskandar Apresiasi Peran BRI Perkuat Pembangunan Lewat Program Desa BRILiaN

Sabtu, 18 Januari 2025 11:59 WIB
Direktur Utama BRI Sunarso (kiri) seusai mengunjungi langsung Desa BRILiaN Ketapanrame di KecamatanTrawas, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur dalam rangka kunjungan kerja bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kedua kiri) dan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo (kanan), Kamis (16/1/2025). (Foto: Dok. BRI)
Direktur Utama BRI Sunarso (kiri) seusai mengunjungi langsung Desa BRILiaN Ketapanrame di KecamatanTrawas, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur dalam rangka kunjungan kerja bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kedua kiri) dan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo (kanan), Kamis (16/1/2025). (Foto: Dok. BRI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.  (Persero) atau BRI terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan economic dan social value kepada masyarakat melalui program pemberdayaan Desa BRILiaN.

Program yang dimulai sejak tahun 2020 ini tercatat telah memberdayakan 4.327 Desa yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Hal ini diungkapkan Direktur Utama BRI Sunarso saat mengunjungi langsung Desa BRILiaN Ketapanrame di KecamatanTrawas, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur pada Kamis (16/1/2025) dalam rangka kunjungan kerja bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo.

Dalam kunjungannya, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa sinergi dan kolaborasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Lembaga BUMN dan swasta adalah kunci keberhasilan pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk naik kelas dalam ekosistem yang saling mendukung dan berkelanjutan.

Muhaimin menambahkan, Desa BRI Lian Ketapanrame yang dibina oleh BRI adalah salah satu contoh program bahwa inkubasi desa bisa direplikasi oleh desa dan kolaborator lain.

Menurutnya, bukan hanya soal kolaborator, kunci pemberdayaan adalah keterlibatan aktif dari masyarakat berupa ketekunan mengikuti pelatihan dan pendampingan

Baca juga : Kementan Genjot Pengembangan Jagung Sumsel Lewat Program Tumpang Sisip

"Maka dari itu, saya amat mengapresiasi masyarakat yang semangat mengikuti setiap bentuk program,” kata Muhaimin.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan bahwa Desa BRILiaN merupakan wujud komitmen BRI sebagai agent of development yang terus mendukung upaya pemberdayaan desa di seluruh Indonesia.

Sunarso menambahkan, program menjadi salah satu bagian dari integrasi aktivitas pemberdayaan seperti hyperlocal ecosystem yang akan membentuk suatu ekosistem konsolidasi mikro.

Menurytnya, Desa BRILiaN mengembangkan 4 (empat) aspek yang terdapat dalam sebuah desa. Pertama, BUMDes sebagai motor ekonomi desa. Kedua, digitalisasi yang merupakan implementasi produk dan aktivitas digital di desa.

"Ketiga, sustainability yang mencerminkan desa tangguh serta secara berkesinambungan melakukan pembangunan. Keempat, innovation yaitu kreatif dalam menciptakan inovasi”, ungkap Sunarso.

Dalam program ini, dilakukan pula penguatan ekosistem ekonomi desa yang didukung dengan program penguatan kelompok-kelompok (Klaster) usaha mikro dengan nama Klasterkuhidupku.

Baca juga : Dongkrak Iklim Investasi Dan Berdayakan UMKM, Pemerintah Pangkas Birokrasi

Dalam program ini, BRI melakukan pemberdayaan baik dalam bentuk pelatihan usaha maupun bantuan sarana prasarana yang diberikan secara selektif.

Lebih lanjut Sunarso mengatakan, pemberdayaan wilayah pedesaan menjadi isu yang perlu diperhatikan. Desa yang tergabung dalam program ini diharapkan menjadi sumber inspirasi kemajuan desa yang dapat direplikasi ke desa-desa lainnya.

"Harapan kami, program yang sangat bermanfaat ini bisa diikuti oleh seluruh elemen kunci pertumbuhan ekonomi yang ada di desa,” ujar Sunarso.

Mengenal Desa BRILiaN Ketapanrame

Desa Ketapanrame adalah salah satu contoh terbaik dari implementasi program Desa BRILiaN.

Sebagai juara 2 (dua) Desa BRILiaN tahun 2021, Desa Ketapanrame telah menunjukkan inovasi luar biasa dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam dan manusia.

Desa Ketapanrame terletak di daerah dataran tinggi berdasarkan ketinggian wilayah B00-1.000 mdpl dan merupakan wilayah pegunungan.

Baca juga : Bamsoet Apresiasi Polda Bali Amankan Perayaan Natal dan Tahun Baru

Desa Ketapanrame melakukan beberapa inovasi untuk memajukan desa seperti pendayagunaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA), baik pengelolaan maupun pendayagunaan dan pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, di Desa ini juga melakukan promosi usaha secara online dimana Desa Ketapanrame menawarkan paket wisata dan kerja sama dengan pihak ketiga serta pengembangan usaha ini yang meliputi investasi warga, kemitraan dan membuka peluang usaha baru.

BUM Desa Ketapanrame dibentuk untuk memaksimalkan potensi yang ada di desanya.

BUM Desa Ketapanrame memiliki 5 (lima) unit usaha yaitu Unit Pengelolaan Air Minum, Usaha Jasa Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Lingkungan, Pengelolaan Kios dan Stand, Usaha Pengelolaan Wisata Desa, Usaha Permodalan dan Kemitraan, serta AgenBRILink.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.