Dark/Light Mode

Tahun Ini Target Penerima 82 Juta

Makan Bergizi Gratis Butuh Dana 100 Triliun

Minggu, 19 Januari 2025 08:10 WIB
Sejumlah siswa menimati makan bergizi gratis (MBM) di SDN Lengkong Wetan 01, Tangerang Selatan, Banten, Senin (6/1/25). (Foto: NG Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka/RMid)
Sejumlah siswa menimati makan bergizi gratis (MBM) di SDN Lengkong Wetan 01, Tangerang Selatan, Banten, Senin (6/1/25). (Foto: NG Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka/RMid)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto berharap program makan bergizi gratis (MBG) semakin luas jangkauan penerimanya. Tahun ini, targetnya MBG bisa menyasar kepada 82 juta anak. Dibutuhkan dana Rp 100 triliun agar target itu tercapai.

Program MBG yang sudah berjalan selama 2 pekan telah disalurkan kepada 650 ribu penerima manfaat yang tersebar di 31 provinsi. Penyaluran MBG kepada anak-anak sekolah dan ibu hamil dilakukan melalui 234 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Dan jumlah ini, setiap waktu terus bertambah,” kata Kepada Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana usai rapat dengan Prabowo di Istana Kepresidenan, Jumat (17/1/2025).

Dadan menegaskan, Pemerintah berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan penerima. Dia menargetkan, hingga April 2025, 3 juta orang menerima manfaat MBG. Kemudian menjadi 6 juta penerima pada Agustus 2025.

Baca juga : Pesan Luhut Ke Para Pengkritik, Tak Ada Gunanya Kita Cakar-cakaran

Namun, Dadan mengakui, jumlah penerima manfaat dari MBG selama 2 pekan ini belum membuat Presiden puas. Kata dia, Prabowo tidak tenang karena menerima laporan banyak anak yang belum merasakan MBG.

“Pak Presiden sangat gelisah karena banyak anak melapor ke ibunya belum mendapatkan makan dari Pak Prabowo. Beliau ingin program ini segera dinikmati oleh seluruh penerima manfaat,” kata Dadan.

Dadan bilang, Prabowo ingin di tahun ini, program MBG sudah bisa disalurkan kepada 82,9 juta penerima manfaat. Namun, untuk mencapai target tersebut, maka diperlukan lagi suntikan dana sebesar Rp 100 triliun. Sebab, anggaran yang dialokasikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Rp 71 triliun jauh dari kata kurang.

Hitungan Dadan, dengan Rp 71 triliun, Pemerintah hanya bisa membagikan MBG kepada 17,5 juta penerima hingga September 2025. Bahkan tidak sampai dari setengah yang ditargetkan.

Baca juga : Teguh Setyabudi: Pergub Bukan Untuk Mudahkan Poligami

“Kami sampaikan tambahan Rp 100 triliun cukup untuk memberikan makan kepada seluruh penerima manfaat 82,9 juta,” aku Dadan,

Untuk mewujudkan keinginan Prabowo, tentu dana yang diperlukan tidak sedikit. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bahkan menyebut Pemerintah Daerah (Pemda) ikut menyumbang Rp 5 triliun untuk pembangunan SPPG.

Nilai Rp 5 triliun tersebut merupakan gabungan dari APBD kabupaten/kota dan provinsi. “September nanti, setelah pelantikan kepala daerah, akan ada perubahan dan pergeseran APBD,” kata Tito.

Namun, keterlibatan daerah pada MBG ini akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran masing-masing daerah. Tito memberi contoh Kabupaten Badung, Bali, yang memiliki komposisi APBD 90 persen dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan 10 persen dari alokasi Transfer Ke Daerah (TKD).

Baca juga : Wibi Andrino: Patut Direvisi Karena Rawan Disalahgunakan

Mantan kapolri ini menyebut, Pemkab Badung mampu memenuhi seluruh kebutuhan makan gratis untuk 72 ribu siswa SD. “Mereka punya anggaran Rp 10 triliun. Jadi mereka bisa menutupi semuanya,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.