Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ditugasi Serap Beras 4,7 juta Ton, Bulog Butuh Rp 57 Triliun
Kamis, 23 Januari 2025 17:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perum Bulog ditargetkan serap beras sebanyak 4,7 juta ton. Untuk memenuhi target tersebut Bulog meminta ketersediaan anggaran sebesar Rp 57 triliun.
Direktur Utama Perum Bulog Wahyu Suparyono memastikan, akan mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak impor dengan melakukan penyerapan gabah dan beras petani dalam negeri.
Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025 harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kg sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Bulog tetap akan menerima gabah dengan kualitas di bawah standar, namun dengan penyesuaian harga (rafaksi).
"Pada 2025, rencana pengadaan dalam negeri sebesar 3 juta ton. Pengadaan beras ini harus dilakukan secara kolektif dengan tetap menjaga kualitas," ujarnya saat dialog bersama media, di Jakarta, dikutip Kamis (23/1/2025).
Baca juga : Laba Bersih BNI Meroket Capai Rp 21,5 Triliun Di 2024
Target itu tidak mudah mengingat semula pemerintah memberikan tugas untuk menyerap 2 juta ton, artinya ada penambahan target sampai 50 persen.
Bulog pun sudah menyusun beberapa langkah agar produksi beras petani bisa lebih cepat terserap. Bulog sudah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras (Perpadi) dan akan menerima pengadaan baik beras atau gabah sebesar 1,2 juta ton.
Kemudian strategi yang kedua, Bulog juga akan bekerja sama dengan asosiasi bank benih, yang segera akan ditanda tangani.
Lalu yang ketiga, Bulog masih melakukan kerja sama terus dengan Mitra Pangan Pengadaan (MPP), yang jumlahnya lebih dari 1.200 MPP.
“Kami nggak bisa sendirian, caranya dengan kolaborasi. Minta ke TNI, saya sudah kirim surat minta kepada beliau spot gudang yang sedang tidak dimanfaatkan. Kami juga minta bantuan Menteri Perdagangan itu sudah ACC dengan Sistem Resi Gudang. Berikutnya, tanda tangan dengan ID Food untuk kontrak Gudangnya," beber Wahyu.
Baca juga : Prabowo Setuju Lanjutkan Pembangunan IKN, Anggaran Diplot Rp 48,8 Triliun
Di tempat yang sama Direktur Keuangan Bulog Iryanto Hutagaol memaparkan, Bulog diproyeksikan akan menyerap sebanyak 3 juta ton beras.
Ditambah stok beras di Gudang Bulog saat ini ada 1,7 juta ton, total beras yang harus diserap sebanyak 4,7 juta ton.
"Kalau perhitungan kami harga Rp 12.000 per kg, artinya 4,7 juta ton kali Rp12.000. Kurang lebih Rp 57 triliun harus kami siapkan dalam waktu mengolah bisnis ini ke beras ini oleh Pemerintah," ucapnya.
Adapun sumber pendanaan Bulog saat ini berasal dari pinjaman bank, namun Bulog juga berharap ada anggaran juga dari Pemerintah.
"Saat ini kami dibantu perbankan. Kalau struktur kita dibantu oleh pemerintah, nanti pemerintah sebagian memberikan APBN-nya langsung kepada kita," sebut Iryanto.
Baca juga : Dukung Pembangunan RI, Jepang Beri Pinjaman Rp11,75 Triliun
Demi penyerapan gabah dari petani, Bulog lebih dulu mengeluarkan kocek untuk selanjutnya melakukan distribusi beras. Setelah berasnya terjual ke pasar, Bulog baru mengantongi pendapatan.
"Sementara ini yang kami bisa recovery dari revenue pendapatan kita, pada saat kita menyalurkan. Di situ lah pemerintah membeli beras kami, dan menjadi recovery pendapatan kami," ujar Iryanto.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya