Dark/Light Mode

Di Tahun Ular Kayu

Ekonomi Penuh Tantangan Politik Sangat Terkendali

Kamis, 30 Januari 2025 08:08 WIB
Pengendara sepeda motor melintasi dekorasi Tahun Baru Imlek di Bundaran HI, Jakarta, Senin (27/1/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/app/foc)
Pengendara sepeda motor melintasi dekorasi Tahun Baru Imlek di Bundaran HI, Jakarta, Senin (27/1/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/app/foc)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tahun 2025 menjadi tahun Ular Kayu menurut kalender Tionghoa. Tahun ini dimulai pada 29 Januari 2025 hingga 16 Februari 2026. Di tahun ini, kondisi ekonomi diprediksi penuh tantangan. Sedangkan situasi politik sangat terkendali.

Pemerhati sosial, politik dan budaya kemasyarakatan Tionghoa Rudy Wu menilai, tahun Ular Kayu memiliki karakteristik tersendiri. Unsur kayu mencerminkan pertumbuhan, kreativitas, dan harmoni.

Aktivitas perekonomian, kata Rudy, akan menunjukkan pertumbuhan stabil dengan penuh tantangan. Karena tahun Ular Kayu mendorong kreativitas dan inovasi, yang bisa memicu banyaknya sektor baru akan berkembang, seperti teknologi hijau, energi terbarukan, dan ekonomi digital.

Baca juga : Pemerintah Selamatkan Rp 6,7 Triliun Dana Korupsi

“Pengelolaan resiko mutlak diperhatikan, sebagaimana sifat Ular yang penuh perhitungan mendorong pengambil keputusan untuk fokus pada stabilitas ekonomi,” ujarnya.

Sementara perpolitikan nasional, kata dia, para pemimpin dituntut untuk lebih strategis dalam berurusan dengan isu global dan menjaga keseimbangan dalam hubungan internasional. Indonesia diperkirakan meningkatkan perannya di ASEAN dan G20.

Pemerintahan baru harus melakukan gerakan bersih-bersih secara tegas dan berkesinambungan. Tujuannya tak lain untuk mencapai cita-cita Indonensia Emas 2045 yakni masyarakat sejahtera adil dan makmur benar-benar terealisasikan.

Baca juga : Johan Rosihan: Perlu Pansus Karena Tak Semata Fisik Pagar

Ketua Yayasan Kelenteng Kun An Tong Toto Heryanto atau Poey Lok Tek mengatakan, tahun Ular Kayu cenderung lebih bagus dari Naga Kayu di tahun 2024 dalam sektor ekonomi. Kata dia, tahun ini cenderung lebih baik untuk berusaha atau berbisnis.

“Usaha yang stabil sepertinya Sembako, tapi usaha bisnis sekunder seperti pakaian sepertinya kurang bagus,” ungkap Poey Lok Tek.

Kalau di politik, Poey Lok Tek menilai akan lebih sensitif. Terpenting, pemimpin tertinggi harus tegas, dan berwibawa serta bijak dalam mengayomi masyarakat.

Baca juga : TB Hasanuddin: Pelaku Sudah Jelas, Nggak Perlu Pansus

Bagaimana kondisi ekonomi dan politik menurut akademisi di tahun 2025 ini? Ekonom yang juga Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J Rachbini menyoroti berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi pemerintahan Prabowo. Terutama dalam mengejar target pertumbuhan 8 persen.

Menurut Didik, sebagian besar poin dalam Astacita yang menjadi visi pemerintahan Prabowo banyak terkait dengan isu ekonomi. Namun, kondisi ekonomi Indonesia saat ini dinilai masih stagnan, terutama dalam sektor ekspor dan industri.

Didik mengungkapkan, ekonomi Vietnam berhasil tumbuh 7-8 persen per tahun dengan ekspor mencapai 405 miliar dolar AS. Kondisi jauh melampaui Indonesia yang dalam 20 tahun terakhir hanya meningkat dari 200 miliar menjadi sekitar 250 miliar dolar AS.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.