Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Lewat Layanan Terintegrasi, Elnusa Pacu Pertumbuhan Sektor Migas
Rabu, 5 Februari 2025 10:27 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi bagian dari Grup Pertamina, menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan produksi minyak dan gas nasional.
Melalui optimalisasi teknologi dan inovasi, Elnusa berperan aktif dalam pengembangan teknologi baru di industri migas untuk mendukung target swasembada energi nasional.
Direktur Operasi Elnusa Endro Hartanto menegaskan bahwa perusahaan telah melakukan efisiensi operasional dan biaya bagi klien.
“Dengan kemampuan kami dalam menyediakan layanan jasa migas, Elnusa turut mendukung kegiatan eksplorasi di wilayah migas baru,” ujar Endro dalam webinar bertajuk “Migas Sebagai Pilar Swasembada Energi: Tantangan dan Solusi Peningkatan Lifting” yang diselenggarakan oleh Editor Energy and Mining Society (E2S) pada Selasa (4/2).
Baca juga : Kemanfaatan Pelayanan Perintis Dan Subsidi Transportasi
Sebagai bagian dari Grup Pertamina, Elnusa terus berkomitmen mendukung seluruh kegiatan Pertamina Hulu Energi (PHE) serta KKKS lainnya.
“Kami akan terus memberikan layanan terbaik, termasuk dalam menghadapi tantangan di lapangan mature (lapangan tua),” kata Endro.
Saat ini, Elnusa tengah menggarap berbagai proyek migas, termasuk 18 proyek survei seismik-topografi-hidraulik, 73 proyek penyediaan dan layanan fluida pengeboran, serta 21 proyek water pumping.
Elnusa juga ingin berkontribusi dalam proyek Enhanced Oil Recovery (EOR) sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi migas nasional.
Baca juga : Di Roma, Megawati Beri Motivasi Untuk Anak Korban Perang Palestina & Ukraina
Endro mengungkapkan bahwa perusahaan telah memiliki mitra dan sedang berupaya memformulasikan chemical EOR dengan harga yang lebih kompetitif.
“Kami yakin, dengan keahlian anak bangsa, kami dapat memproduksi chemical sesuai spesifikasi yang diinginkan KKKS,” katanya.
EOR menjadi salah satu strategi utama SKK Migas dalam meningkatkan produksi migas.
Sekretaris SKK Migas Luky A. Yusgiantoro menjelaskan bahwa strategi peningkatan produksi mencakup teknologi produksi, pengeboran horizontal, reaktivasi sumur idle, dan eksplorasi massif.
Baca juga : Pesawat Air Busan Terbakar Di Bandara Gimhae Korsel, 3 Penumpang Luka Ringan
“Tahun ini, dari strategi EOR di dua sumur Banyu Urip, kami menargetkan tambahan produksi sebesar 16 ribu barel minyak per hari (bopd). Sementara di Blok Rokan, Pertamina bekerja sama dengan Sinopec untuk menggarap lima lapangan, yakni Rantau, Tanjung, Pamusian, Jirak, dan Zulu,” ungkap Luky.
Dia menambahkan bahwa kerja sama dengan PetroChina di Blok Rokan telah memasuki tahap evaluasi data, dengan target injeksi chemical EOR pada akhir 2025 dan skala penuh pada 2029.
Tahun ini, target lifting migas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ditetapkan sebesar 605 ribu bopd untuk minyak dan 5.628 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) untuk gas.
“Kami optimistis target ini bisa tercapai dengan koordinasi erat antara SKK Migas dan KKKS,” pungkas Luky.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya