Dark/Light Mode

Lewat Layanan Terintegrasi, Elnusa Pacu Pertumbuhan Sektor Migas

Rabu, 5 Februari 2025 10:27 WIB
Ilustrasi. Proyek jasa hulu migas yang dilakukan PT Elnusa berupa Modular Rig 01, Sumur Eksplorasi Phoenix North 1 Region 3 Zona 9, Pertamina Hulu Sanga-Sanga di Kalimantan Timur. (Dok Elnusa).
Ilustrasi. Proyek jasa hulu migas yang dilakukan PT Elnusa berupa Modular Rig 01, Sumur Eksplorasi Phoenix North 1 Region 3 Zona 9, Pertamina Hulu Sanga-Sanga di Kalimantan Timur. (Dok Elnusa).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi bagian dari Grup Pertamina, menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan produksi minyak dan gas nasional.

Melalui optimalisasi teknologi dan inovasi, Elnusa berperan aktif dalam pengembangan teknologi baru di industri migas untuk mendukung target swasembada energi nasional.

Direktur Operasi Elnusa Endro Hartanto menegaskan bahwa perusahaan telah melakukan efisiensi operasional dan biaya bagi klien.

“Dengan kemampuan kami dalam menyediakan layanan jasa migas, Elnusa turut mendukung kegiatan eksplorasi di wilayah migas baru,” ujar Endro dalam webinar bertajuk “Migas Sebagai Pilar Swasembada Energi: Tantangan dan Solusi Peningkatan Lifting” yang diselenggarakan oleh Editor Energy and Mining Society (E2S) pada Selasa (4/2).

Baca juga : Kemanfaatan Pelayanan Perintis Dan Subsidi Transportasi

Sebagai bagian dari Grup Pertamina, Elnusa terus berkomitmen mendukung seluruh kegiatan Pertamina Hulu Energi (PHE) serta KKKS lainnya.

“Kami akan terus memberikan layanan terbaik, termasuk dalam menghadapi tantangan di lapangan mature (lapangan tua),” kata Endro.

Saat ini, Elnusa tengah menggarap berbagai proyek migas, termasuk 18 proyek survei seismik-topografi-hidraulik, 73 proyek penyediaan dan layanan fluida pengeboran, serta 21 proyek water pumping.

Elnusa juga ingin berkontribusi dalam proyek Enhanced Oil Recovery (EOR) sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi migas nasional.

Baca juga : Di Roma, Megawati Beri Motivasi Untuk Anak Korban Perang Palestina & Ukraina

Endro mengungkapkan bahwa perusahaan telah memiliki mitra dan sedang berupaya memformulasikan chemical EOR dengan harga yang lebih kompetitif.

“Kami yakin, dengan keahlian anak bangsa, kami dapat memproduksi chemical sesuai spesifikasi yang diinginkan KKKS,” katanya.

EOR menjadi salah satu strategi utama SKK Migas dalam meningkatkan produksi migas.

Sekretaris SKK Migas Luky A. Yusgiantoro menjelaskan bahwa strategi peningkatan produksi mencakup teknologi produksi, pengeboran horizontal, reaktivasi sumur idle, dan eksplorasi massif.

Baca juga : Pesawat Air Busan Terbakar Di Bandara Gimhae Korsel, 3 Penumpang Luka Ringan

“Tahun ini, dari strategi EOR di dua sumur Banyu Urip, kami menargetkan tambahan produksi sebesar 16 ribu barel minyak per hari (bopd). Sementara di Blok Rokan, Pertamina bekerja sama dengan Sinopec untuk menggarap lima lapangan, yakni Rantau, Tanjung, Pamusian, Jirak, dan Zulu,” ungkap Luky.

Dia menambahkan bahwa kerja sama dengan PetroChina di Blok Rokan telah memasuki tahap evaluasi data, dengan target injeksi chemical EOR pada akhir 2025 dan skala penuh pada 2029.

Tahun ini, target lifting migas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ditetapkan sebesar 605 ribu bopd untuk minyak dan 5.628 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) untuk gas.

“Kami optimistis target ini bisa tercapai dengan koordinasi erat antara SKK Migas dan KKKS,” pungkas Luky.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.