Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PLN-Kementerian Imipas Kolaborasi Berdayakan Warga Binaan Lapas Nusakambangan
Kamis, 6 Februari 2025 14:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT PLN (Persero) bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia (Imipas RI) berkomitmen meningkatkan keterampilan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah.
Melalui program Nusakambangan Berdaya, PLN akan membangun fasilitas pemanfaatan dan produksi Fly Ash & Bottom Ash (FABA), serta memberikan pelatihan dan pendampingan bagi warga binaan dalam mengolah FABA menjadi bahan baku infrastruktur bernilai tinggi.
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Menteri Imipas RI Agus Andrianto, dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, pada Rabu (5/2) di PLTU Adipala, Cilacap.
Baca juga : Kementerian Agama Dalam Pusaran Paradigma Baru Membangun Bangsa
Menteri Agus mengapresiasi inisiatif PLN dalam meningkatkan keterampilan warga binaan agar memiliki bekal ekonomi yang mandiri setelah kembali ke masyarakat.
Ia menyebutkan bahwa FABA memiliki manfaat dan nilai ekonomi yang besar, dapat digunakan sebagai bahan baku infrastruktur seperti substitusi semen, beton, paving blok, batako, tetrapod, hingga media tanam.
"Kami mendapat dukungan penuh dari Direktur Utama PLN untuk membangun Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai sarana pelatihan bagi warga binaan. Ini adalah langkah besar untuk meningkatkan keterampilan dan membuka peluang kerja yang lebih luas," ujar Agus.
Baca juga : Menkop Resmikan Pos Pengaduan Koperasi, Kembalikan Kepercayaan Masyarakat
Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa PLN tidak hanya berperan sebagai penyedia energi, tetapi juga berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk di lingkungan Lapas.
"Seluruh pembangkit PLN kini menjadi episentrum perbaikan lingkungan, sosial, dan kesejahteraan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa pembangkit PLN tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi dan memberikan dampak positif bagi lingkungan serta masyarakat," kata Darmawan.
Darmawan menjelaskan bahwa FABA, yang merupakan sisa pembakaran batu bara dari PLTU, memiliki nilai ekonomis tinggi dan berkualitas.
Baca juga : Lestari Moerdijat Tekankan Semangat Kebhinekaan Harus Terus Dihidupkan
Ke depannya, hasil olahan FABA dari warga binaan diharapkan dapat menjadi produk berkualitas yang mendukung ekonomi sirkular, bermanfaat bagi masyarakat, serta membantu pemerintah daerah dengan harga lebih terjangkau.
"Lebih dari itu, kami ingin memastikan bahwa pelatihan ini memberikan manfaat nyata. Setelah selesai menjalani masa pembinaan, warga binaan Lapas akan memiliki keterampilan yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka," tegas Darmawan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya