Dark/Light Mode

Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina Tanam Lebih Dari 100 Ribu Bibit Mangrove Di 2024

Kamis, 6 Februari 2025 20:49 WIB
Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina menanam hampir 100 ribu bibit mangrove, sebagai upaya mitigasi perubahan iklim dan konservasi pesisir pantai. (Ilustrasi Istimewa)
Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina menanam hampir 100 ribu bibit mangrove, sebagai upaya mitigasi perubahan iklim dan konservasi pesisir pantai. (Ilustrasi Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina menanam hampir 100 ribu bibit mangrove, sebagai upaya mitigasi perubahan iklim dan konservasi pesisir pantai di sepanjang 2024.

Manager Communication, Relations & CID Regional Jawa Pinto Budi Bowo Laksono menyoroti tingginya tingkat degradasi lahan basah dan dampaknya bagi ekosistem serta masyarakat.

“Kerusakan lahan basah tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat pesisir, termasuk nelayan yang bergantung pada ekosistem ini," ujar Pinto dalam keterangan resmi, Kamis (6/2/2025).

Regional Jawa berkontribusi positif melalui penanaman 93.212 bibit mangrove di lahan pesisir di sekitar wilayah operasinya.

Baca juga : Pakar IPB Jempolin Program Pertamina Kembangan Bioavtur Dari Minyak Jelantah

Pada 2024, PT Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatera (PHE OSES) salah satu perusahaan di bawah pengelolaan Regional Jawa, menanam 67.500 bibit mangrove di sejumlah pesisir pantai di Kepulauan Seribu, Desa Pulo Panjang, Bangka Belitung, dan Labuhan Maringgai, Lampung Timur.

Di pesisir utara Pulau Jawa, Pertamina EP area Jawa bagian barat turut budidayakan 18.212 bibit mangrove di Desa Tambaksari, Kabupaten Subang, serta Desa Jadimulya, Desa Klayan, dan sepanjang pesisir pantai Kabupaten Cirebon.

PHE ONWJ pun turut berpartisipasi dengan menghijaukan pesisir Kepulauan Seribu, Cirebon, dan Karawang dengan7.500 bibit mangrove.

Program penghijauan ini membawa dampak positif yang signifikan, dengan estimasi pengurangan karbon sebesar410,14 ton CO2ek.

Baca juga : Pemerintah Renovasi10 Ribu Sekolah Di 2025

“Ini merupakan wujud nyata komitmen Perusahaan untuk berkontribusi pada aksi mitigasi perubahan iklim jangka panjang,” kata Pinto.

Program penanaman mangrove juga melibatkan masyarakat setempat dalam setiap tahap pelaksanaannya.

Melalui pendekatan kolaboratif, Regional Jawa memberdayakan komunitas setempat untuk turut serta dalam proses penanaman, perawatan, hingga pengembangan ekosistem mangrove secara berkelanjutan. 

Sementara itu, salah satu anggota Sentra Penyuluh Kehutanandan Pedesaan (SPKP) Bintang Laut Pulau Kelapa sekaligus pembudidaya mangrove dan mitra Binaan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, Iskandar mengaku antusias, ikut serta dalam kegiatan penanaman yang dilakukan Regional Jawa.

Baca juga : Sukses Berdayakan UMKM, Pertamina Raih Penghargaan di Ajang ICSA 2024

“Kami aktif turun ke daerah perairan untuk penanaman mangrove,” ujar Iskandar.

Melalui sinergi penanaman mangrove dan pemberdayaan masyarakat, Regional Jawa menegaskan komitmennya dalam menjaga keseimbangan ekosistem lahan basah di daerah pesisir. “

Upaya ini tak hanya mendukung mitigasi perubahan iklim, tetapi juga memberi manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tutur Iskandar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.