Dark/Light Mode

Didukung SuperLab, Produk Bebas Asap Sampoerna Tembus Pasar Global

Selasa, 11 Februari 2025 19:30 WIB
Head of Quality Sampoerna, Nikolas Widhi Ananggadipa. (Foto: Ist)
Head of Quality Sampoerna, Nikolas Widhi Ananggadipa. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT HM Sampoerna Tbk. semakin memperkuat posisinya di pasar internasional dengan mengekspor produk tembakau inovatif bebas asap ke berbagai negara. 

Sejak peresmian fasilitas produksi di Karawang pada awal 2023, pabrik ini telah menjadi pusat produksi Philip Morris International (PMI) di Asia Tenggara dan ketujuh di dunia.

Fasilitas ini didirikan dengan investasi sekitar 330 juta dolar AS dan menjadi bagian dari strategi hilirisasi tembakau nasional. Berfokus pada ekspor, pabrik ini telah mengirimkan produk ke berbagai negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk Armenia, Azerbaijan, Jepang (duty free), Kazakhstan, Maldives, Malaysia, Nepal, Selandia Baru, Filipina, Pakistan, dan Korea (duty free).

Baca juga : Bersama BRI, Balee Scents Siap Tembus Pasar Global

Ekspansi ekspor produk bebas asap Sampoerna mendapat sambutan positif dari negara tujuan. “Tanggapan yang kami terima sangat baik, terbukti dari meningkatnya jumlah negara yang kami pasok,” ujar Head of Quality Sampoerna, Nikolas Widhi Ananggadipa.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong investasi dan meningkatkan ekspor barang jadi. Dengan adanya pabrik di Karawang, Sampoerna berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional melalui inovasi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan nilai tambah industri tembakau.

Selain fasilitas produksi, Sampoerna juga mengoperasikan Laboratorium Pengujian dan Analisis kelas dunia di Karawang, yang merupakan salah satu dari dua SuperLab PMI di dunia—bersama dengan laboratorium serupa di Italia. Dengan dukungan 200 tenaga ahli lokal berkualifikasi tinggi, laboratorium ini menjadi pusat penelitian dan pengembangan untuk memastikan kualitas produk tembakau inovatif bebas asap.

Baca juga : Pengguna Super Apps BRImo Tembus 38,61 juta, Terbesar Di Indonesia

“Saintis kami di Indonesia merupakan talenta terbaik lulusan universitas ternama dalam dan luar negeri,” tambah Nikolas.

Laboratorium ini menggunakan teknologi dan metodologi pengujian canggih untuk memenuhi standar internasional dalam pengembangan produk tembakau bebas asap.

Sejak 2008, PMI telah menginvestasikan lebih dari 12,5 miliar dolar AS dalam riset, pengembangan, manufaktur, dan komersialisasi produk tembakau inovatif bebas asap. Salah satu produknya, IQOS ILUMA, menggunakan sistem pemanas tembakau yang menghasilkan 95 persen lebih sedikit zat kimia berbahaya dibandingkan asap rokok.

Baca juga : Konsisten Terapkan ESG, Pertamina Group Diakui Global

Dua tahun sejak pendiriannya, fasilitas di Karawang kini tidak hanya menjadi pusat produksi tetapi juga mendukung afiliasi PMI di berbagai negara dalam pengujian dan analisis kualitas produk bebas asap. “Dulu, kami belajar dari fasilitas lain. Sekarang, kami membantu afiliasi PMI di negara lain dalam pengujian dan pengembangan,” pungkas Nikolas.

Dengan keberhasilan ekspor ini, Sampoerna terus memperkuat perannya dalam industri tembakau global serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui investasi berkelanjutan dan inovasi teknologi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.