Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Didukung Anggota DPR
Bank Emas Bisa Menambah Ragam Investasi Masyarakat
Sabtu, 14 Desember 2024 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rencana Pemerintah menggerakkan kegiatan usaha bank emas alias bullion service melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendapat dukungan. Sebagai langkah awal, Pemerintah bisa belajar dari negara-negara yang sudah menjalankan kegiatan tersebut.
Dukungan soal itu, salah satunya datang dari anggota Komisi XI DPR Fathi. Dia menilai, rencana Pemerintah menggerakkan usaha bank emas melalui BUMN bisa menambah dan memperkaya ragam investasi masyarakat. Terlebih, masyarakat lebih mengenal budaya menyimpan uang kartal di bank sebagai bagian dari menabung atau investasi.
“Bank emas adalah konsep yang potensial, jika dapat diimplementasikan dengan baik. Selain untuk investasi, masyarakat bisa lebih aman dan nyaman memanfaatkan layanan bank emas,” ujar Fathi di Jakarta, Jumat (13/12/2024).
Secara konsep, lanjut dia, kegiatan usaha bank emas sangat luas. Sebab, hal tersebut berkaitan dengan emas dalam bentuk simpanan, pembiayaan, perdagangan, penitipan, dan/atau kegiatan lainnya yang dilakukan oleh lembaga jasa keuangan.
Baca juga : Darmadi: Kepemimpinan Sunarso Membanggakan
Politisi Partai Demokrat itu menilai, Pemerintah tinggal mensosialisasikan manfaat dari bank emas untuk menarik minat masyarakat. Sebab, selama ini masyarakat lebih mengenal mekanisme bank syariah, bank konvensional dan saham, dalam menabung atau investasi.
“Pengetahuan masyarakat kita soal investasi atau tabungan emas, masih sangat terbatas. Jadi, Pemerintah harus menjelaskan lembaga ini bisa inklusif untuk semua kalangan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Fathi meminta Pemerintah belajar dari negara-negara yang sudah memiliki bank emas, seperti di negara-negara timur tengah, asia selatan atau eropa, agar konsep program itu bisa terkelola baik. Di Eropa, Indonesia bisa mempelajari sistem bank emas yang diterapkan Turki.
“Di sana, bank emas memungkinkan masyarakat menyimpan emas dalam bentuk tabungan emas. Mereka juga dapat mencairkannya dalam bentuk uang tunai atau emas fisik,” jelasnya.
Baca juga : Mendag Prediksi Belanja Harbolnas Rp 40 Triliun
Sementara di Asia, tambah Fathi, Indonesia bisa belajar dari India. Menurut dia, India menawarkan program tabungan emas yang memungkinkan masyarakat menyimpan emasnya di bank dengan imbal hasil berupa bunga.
Kemudian di timur tengah, Uni Emirat Arab juga menyediakan layanan bank emas yang mencakup penyimpanan, perdagangan, dan investasi emas.
“Layanan ini didukung teknologi digital untuk memberikan akses yang mudah dan cepat bagi masyarakat,” tuturnya.
Fathi meyakini, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan kegiatan usaha bank emas. Selain memiliki cadangan emas yang signifikan, masyarakat Indonesia juga memiliki budaya atau ketertarikan terhadap emas.
Baca juga : BTN Gercep Salurkan 30 Ribu Unit Hunian
Jadi, Pemerintah tinggal menunjuk lembaga BUMN yang memiliki rekam jejak baik, untuk menggerakkan bank emas. “Komisi XI DPR akan mengawal kebijakan ini agar tidak hanya menguntungkan segelintir pihak,” tandasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya