Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
MIND ID Wujudkan Hilirisasi Melalui Pengiriman Emas Freeport-ANTAM
Kamis, 13 Februari 2025 13:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, mencatat sejarah baru dalam industri pertambangan nasional dengan merealisasikan pengiriman perdana emas dari PT Freeport Indonesia (PTFI) ke PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM).
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan hilirisasi mineral terintegrasi dari hulu hingga hilir di dalam negeri, sekaligus mengoptimalkan peningkatan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.
Pengiriman perdana ini merupakan tindak lanjut dari sinergi emas antar anggota Grup MIND ID, yaitu ANTAM dan Freeport Indonesia, yang telah disepakati pada November 2024. Melalui kolaborasi ini, lumpur anoda dari pengolahan tembaga dapat diproses lebih lanjut di dalam negeri menjadi emas murni dan produk akhir guna memenuhi kebutuhan investasi masyarakat Indonesia.
Pada pengiriman perdana ini, sebanyak 125 kilogram emas batangan dengan kadar kemurnian 99,99 persen dikirimkan kepada ANTAM pada Rabu (13/2/2025).
Baca juga : PBNU Dorong Hilirisasi Sawit Berkelanjutan Lewat Peremajaan Sawit Rakyat
Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso, menegaskan bahwa realisasi pengiriman ini merupakan implementasi dari perjanjian bisnis pembelian sebanyak 30 ton emas antara ANTAM dan Freeport Indonesia. Ia juga menekankan bahwa sinergi ini bukan sekadar pencapaian bisnis, tetapi juga strategi untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku.
“Tentunya sinergi ini akan kami dorong terus dan semoga kami tingkatkan lagi, sehingga rantai pasok industri emas ini dapat benar-benar memberi dampak nyata sekaligus kedaulatan bagi perekonomian Indonesia,” ujar Hendi.
Senada dengan itu, Direktur Utama ANTAM, Nico Kanter, menyampaikan bahwa dengan terealisasinya pengiriman emas perdana ini, ANTAM akan semakin konsisten dalam mengurangi impor bahan baku.
“Ini awal yang baik untuk kerja sama jangka panjang. Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi bisnis yang solid, optimalisasi produksi, serta meningkatnya permintaan pasar. Kami akan terus memperkuat posisi ANTAM sebagai pemimpin industri logam mulia di Indonesia,” katanya.
Baca juga : Mewujudkan Natal yang Damai Melalui Interaksi Antarumat Beragama
Nico juga menambahkan bahwa momentum harga emas dunia yang berada di level tertinggi (all-time high) turut memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan.
“Pengiriman perdana dari Freeport memperkuat pasokan emas ANTAM dan meningkatkan efisiensi. Rekor penjualan kami menunjukkan tingginya kepercayaan pasar, dan harga emas yang sedang bullish turut mendorong kinerja ini,” tambahnya.
Presiden Direktur Freeport Indonesia, Tony Wenas, menegaskan bahwa perusahaannya berkomitmen untuk terus mendukung visi pemerintah dalam memaksimalkan nilai tambah sumber daya alam dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Tony juga memastikan bahwa insiden yang terjadi di salah satu fasilitas kompleks smelter PTFI tidak menghentikan komitmen perusahaan dalam menjalankan hilirisasi pertambangan. Ia menambahkan bahwa pembangunan Precious Metal Refinery (PMR) telah selesai, sehingga Freeport Indonesia tetap dapat memproduksi emas murni sebagai bagian dari hilirisasi industri pertambangan nasional.
Baca juga : Sukses Hilirisasi Kemiri, BUMDes Ngada Siap Ekspor
“Sebagai perusahaan yang memiliki pengolahan dan pemurnian terintegrasi dari hulu hingga hilir, PTFI telah mewujudkan hilirisasi tembaga dan saat ini hilirisasi emas. Dalam waktu dekat, kami juga akan merealisasikan hilirisasi perak,” ungkap Tony.
Freeport Indonesia berhasil memproses sekitar 12,56 ton lumpur anoda dari PT Smelting, yang menghasilkan 189 kg emas batangan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 125 kg telah memenuhi standar fine gold purity 99,99 persen, sementara 64 kg lainnya akan melalui proses casting ulang agar memenuhi standar kemurnian yang ditetapkan.
Dengan kapasitas pemurnian sekitar 50 ton emas dan 200 ton perak per tahun, serta produksi logam platinum dan palladium, PMR Freeport Indonesia menjadi salah satu produsen emas murni batangan terbesar di dalam negeri.
Pengiriman perdana emas Freeport-ANTAM ini menegaskan komitmen MIND ID dalam membangun ekosistem industri pertambangan yang berkelanjutan, memperkuat hilirisasi nasional, dan meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya