Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gandeng Ditjen SDM Kesehatan
Yayasan Binawan Siapkan Tenaga Kesehatan untuk Berkarier di Luar Negeri
Kamis, 13 Februari 2025 19:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, kebutuhan tenaga kesehatan, terutama perawat dan bidan, secara global saat ini menyentuh angka 6 juta orang. Pada 2030, International Council of Nurses memperkirakan, 13 juta perawat akan dibutuhkan untuk mengisi kebutuhan perawat skala global.
Di Indonesia, jumlah perawat mengalami over supply. Diperkirakan, akan mencapai angka 695.217 orang lulusan pada tahun 2025, khususnya tenaga perawat.
Melihat kondisi ini, Direktorat Jenderal SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), yang memiliki 38 Politeknik Kesehatan (Poltekkes) dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia membuat program penyiapan bagi mahasiswa dan alumni untuk bisa bersaing secara global dengan menjalin kerja sama dengan Yayasan Binawan. Dalam kerja sama ini, Binawan berkomitmen memberikan program beasiswa pelatihan kerja ke Eropa dengan kuota 400 mahasiswa tingkat akhir profesi dan alumni jurusan keperawatan di 38 Poltekkes Kemenkes.
Baca juga : Jelang Kongres Demokrat, BMI Mantapkan Dukungan Untuk AHY Agar Jadi Ketum Lagi
Rabu, 12 Februari 2025, Yayasan Binawan dan Ditjen SDM Kesehatan melakukan Penandatangan Kerja Sama (PKS) untuk Penyiapan Tenaga Kesehatan di Luar Negeri. Kerja sama ini meliputi persiapan untuk mahasiswa aktif hingga penempatan alumni dari Poltekkes Kemenkes yang ada di seluruh wilayah Indonesia dan juga melakukan ToT bagi para tenaga pendidik di Indonesia untuk peningkatan kompetensi sesuai dengan standar internasional.
Ketua Kesehatan Indonesia, Ariyanti Anaya, menyampaikan PKS ini bisa berjalan dengan baik dan bisa dilakukan oleh Binawan ke berbagai negara. Tentunya bukan hanya untuk Poltekkes saja, tetapi untuk tenaga kesehatan lain.
Saat ini, Poltekkes Kemenkes memiliki lulusan tenaga kesehatan di 38 Poltekkes Kemenkes dengan total student body sekitar 28.000 per tahun. Menteri Kesehatan menargetka, pada 2025, dapat diserap idealnya 2.000 lulusan untuk bisa bekerja di luar negeri.
Baca juga : TBIG Gelar Edukasi Kesehatan dan Bagi Makanan Bergizi di 25 Lokasi
Hal ini sejalan dengan visi dan misi dari Yayasan Binawan untuk mempersiapkan tenaga kesehatan profesional. Binawan sudah memiliki pengalaman 48 tahun dalam persiapan dan penempatan bekerja di luar negeri.
"Kami akan support bagaimana 2.000 itu bisa tercapai. Tapi, bukan berarti 2.000 itu semua kita yang tempatkan, melainkan Binawan akan bantu juga dalam bentuk penyusunan kurikulum bersama sesuai kebutuhan di negara penempatan, capacity building," ucap Chairman Binawan Foundation, Said Saleh Alwaini.
Dirjen SDM Kesehatan Yuli Farianti menyampaikan, dengan kerja sama ini, tidak hanya menempatkan bekerja di luar negeri, tetapi juga menyiapkan dari sisi pendidikan dan pelatihan untuk bisa berkarir di luar negeri. Seperti pengembangan kurikulum, pengembangan kompetensi dan pelatihan, denguatan dari alumni Poltekkes Kemenkes.
Baca juga : Tersangka Terpantau Berada Di Luar Negeri
"Kami bersyukur karena Binawan mempunyai training center dan memiliki kuota untuk alumni dari Poltekkes Kemenkes. Terima kasih kepada tim Binawan Group, Bapak Said," ujarnya.
Kegiatan penandatanganan kerja sama ini dihadiri Dirjen SDM Kesehatan Yuli Farianti, Ketua Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) Arianti Anaya, Direktur Pendayagunaan SDM Kesehatan Ika Trisia, Direktur Penyediaan SDM Kesehatan Anna Kurniati, Chairman of Binawan Foundation Said Saleh Alwaini serta para eksekutif dari Binawan Group.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya