Dark/Light Mode

Aset Kelolaan Tembus Rp 115 T, BSI Sabet Best Islamic Custody Bank

Rabu, 19 Februari 2025 22:35 WIB
Bank Syariah Indonesia (BSI). (Foto: Ist)
Bank Syariah Indonesia (BSI). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengelola asset under custody (AUC) mencapai lebih dari Rp 115 triliun per Januari 2025. Jumlah ini tumbuh 28 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Atas kinerja positif tersebut, BSI meraih penghargaan sebagai Best Islamic Custody Bank 2024 pada 18th Annual Deal & Solution yang diselenggarakan Alpha South East Asia di Malaysia pada tanggal 12 Februari lalu. 

Baca juga : Harga Bitcoin Tembus Rp 1,117 M, Investor Semakin Optimis

Direktur Treasury & International Banking BSI Ari Rizaldi mengaku optimistis, dana kelolaan kustodian nasabah (AUC) akan terus meningkat pada tahun ini, selaras upaya BSI memperkuat bisnis treasury dan mendorong layanan pasar modal (capital market) berbasis syariah bagi nasabah. 

“Kami akan terus mendorong bisnis ini meraih kinerja positif dan tumbuh berkelanjutan,” ucapnya di Jakarta, Rabu (19/2/2025).

Baca juga : Kinerja Moncer, Laba BNI Tembus Rp 10,7 Triliun di Semester I-2024

BSI tegas Ari, adalah bank syariah pertama yang terdaftar sebagai bank kustodian. Optimisme tersebut didukung oleh pangsa pasar Islamic ecosystem yang potensinya masih cukup besar untuk dioptimalkan.

Ari menekankan, sebagai bank kustodian, BSI terus memperkuat layanan seperti pengadministrasian efek-efek syariah yang dimiliki nasabah. Selain itu, BSI memberikan layanan penyelesaian transaksi efek syariah dan pencatatan imbal hasilnya. Tahun ini BSI akan terus mengembangkan bisnis kustodian pada segmen ritel diantaranya reksadana ritel. 

Baca juga : Omzet Tembus Rp 449 Juta, Erick Buka Pasar UMKM Sumut Lewat Jelajah Kuliner Nusantara

Produk unggulan dari BSI adalah layanan capital market berbasis syariah diantaranya safekeeping, fund services, wali amanat dan keagenan.

Saat ini, segmen nasabah yang menjadi kelolaan BSI seperti manajer investasi, asuransi, dana pensiun, lembaga negara, securities crowd funding dan bank. “Kami yakin ke depan masih banyak potensi yang akan terus digarap. Terutama di segmen Islamic ecosystem, ecosystem lembaga negara dan juga nasabah ritel,” pungkasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.