Dark/Light Mode

BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 165 Ribu Guru Honorer Kemenag DKI

Kamis, 20 Februari 2025 16:12 WIB
Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi DKI Jakarta dan Kanwil BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta bersinergi memberikan perlindungan bagi guru honorer. (Foto: Dok. BPJS Ketenagakaerjaan)
Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi DKI Jakarta dan Kanwil BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta bersinergi memberikan perlindungan bagi guru honorer. (Foto: Dok. BPJS Ketenagakaerjaan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi DKI Jakarta dan Kanwil BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta bersinergi memberikan perlindungan bagi guru honorer. 

Keduanya sepakat memastikan tenaga pendidik honorer tersebut tetap terlindungi dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta Adib mengatakan, sekitar 2.600 guru honorer madrasah di DKI Jakarta telah terdaftar dalam program tersebut. 

"Guru-guru honorer di lingkungan madrasah mendapatkan bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan dari anggaran Kemenag melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam," kata Adib di Jakarta, Kamis (20/2/2025).

Adib menambahkan, manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sangat besar, termasuk perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja dan risiko kematian. 

Adapun, perlindungan dalam bentuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) menjadi fokus utama untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan keluarganya. 

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan klaim simbolis kepada dua ahli waris guru honorer peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia. 

Masing-masing ahli waris menerima santunan bernilai ratusan juta rupiah sebagai bukti nyata manfaat program ini. 

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan dan IPSI Sinergi Optimalisasi Perlindungan Atlet Pencak Silat

"Tentu semua orang ingin selalu selamat tapi jika risiko tidak dapat dihindari, maka jaminan sosial menjadi sangat penting," ujarnya. 

Menurutnya, program ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup keluarga guru honorer yang kehilangan tulang punggung ekonomi mereka. 

Adib juga menekankan pentingnya edukasi program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat. Lebih lanjut, ia berjanji untuk terus memperluas cakupan kepesertaan bagi guru-guru honorer di lingkungan Kanwil Kemenag DKI Jakarta. 

"Saat ini ada sekitar 4 ribu guru honorer di lingkup Kanwil DKI Jakarta. Kami berharap seluruhnya dapat terlindungi dalam program ini," ujarnya.

Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menjelaskan, program perlindungan bagi guru honorer di lingkungan Kemenag telah berjalan sejak 2023. 

Saat ini, ada sekitar 165 ribu guru honorer Kemenag di seluruh Indonesia yang terdaftar di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun.

Seluruh iuran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ini dianggarkan melalui APBN lewat Kemenag.

Baca juga : SIM Keliling Jakarta Minggu 16 Februari, Hadir Di 2 Lokasi

"Kami berharap tetap ada alokasi anggaran dari Kemenag untuk guru-guru honorer. Jika masih dialokasikan, tentu sangat baik," kata Deny. 

Sejauh ini, Pemprov DKI telah memberikan dana hibah melalui BiroPendidikan dan Mental Spiritual untuk membayar iuran kepesertaan pengurus masjid dan musala di seluruh wilayah DKI Jakarta. 

Deny menjelaskan, para guru honorer di lingkungan Kemenag terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dalam kategori pekerja formal atau penerima upah (PU). 

Mereka terdaftar dalam dua program dasar, yaitu JKK dan JKM, dengan iuran hanya Rp10.800 per orang setiap bulan.

Besaran iuran ini didasarkan pada upah Rp2 juta per bulan. Jika peserta meninggal dunia, ahli warisnya berhak mendapatkan santunan sebesar Rp96 juta, perawatan medis tanpa batas biaya sesuai kebutuhan, serta beasiswa untuk dua anak peserta mulai dari tingkat TK hingga perguruan tinggi. 

Deny juga mengajak instansi Pemerintah lainnya yang mempekerjakan tenaga honorer untuk mendaftarkan mereka ke BPJS Ketenagakerjaan dengan skema iuran Rp10.800 per bulan.

Namun, ia menegaskan bahwa iuran harus dibayarkan secara berkelanjutan tanpa tunggakan. 

Baca juga : Gaet Kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan Kelapa Gading Gelar Sharing Knowledge

"Keberlanjutan pembayaran iuran sangat penting untuk memastikan perlindungan pekerja tetap terjaga," tegasnya. 

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun Deni Suwardani mengaku telah melayani kepesertaan bagi sekitar 165 ribu guru honorer Kemenag di seluruh Indonesia.

"Sejak 2023, dari total peserta tersebut, sebanyak 14 orang meninggal dunia, dan pada 2024 terdapat 44 peserta yang meninggal," ungkapnya. 

Deni memastikan, para ahli waris dari para peserta yang meninggal akan menerima manfaat klaim BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

"Kami terus berkoordinasi dengan Kemenag untuk memastikan seluruh manfaat BPJS Ketenagakerjaan bisa tersalurkan kepada ahli waris, termasuk di daerah-daerah," ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.