Dark/Light Mode

Di Tengah Ketidakpastian Pasar, Saham BSI Tumbuh Stabil

Sabtu, 22 Februari 2025 19:26 WIB
Saham BSI atau BRIS berhasil mencatatkan kinerja yang solid sepanjang periode minggu ini (17-21 Februari 2025). (Foto: Dok. BSI)
Saham BSI atau BRIS berhasil mencatatkan kinerja yang solid sepanjang periode minggu ini (17-21 Februari 2025). (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Meski menghadapi ketidakpastian pasar akibat sentimen global, saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) atau BRIS berhasil mencatatkan kinerja yang solid sepanjang periode minggu ini (17-21 Februari 2025). 

“BRIS tetap mampu memberikan nilai tambah yang menguntungkan bagi para pemegang saham berkat fundamental yang kuat,” ucap Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar dalam keterangannya, Sabtu (22/2/2025).

Dalam periode tersebut, saham BRIS mengalami kenaikan signifikan. Harga sahamnya tercatat naik 4,78 persen menjadi Rp 3.070 pada penutupan perdagangan 18 Februari 2025, dibandingkan dengan awal Februari 2025. 

Sementara pada penutupan perdagangan Jumat (21/2/2025), BRIS berhasil mencatatkan kenaikan 3,41 persen year to date mencapai level Rp 3.030.

Baca juga : PLN Genjot Infrastruktur Kendaraan Listrik, SPKLU Tumbuh Pesat Pada 2024

Hal ini menunjukkan daya tarik saham BRIS yang terus menguat di kalangan investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menutup perdagangan pada Jumat (21/2/2025) di zona hijau, setelah dua hari berturut-turut mengalami pelemahan. 

Mengutip data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG bertambah 14,95 poin atau naik 0,22 persen ke level 6.803,00 pada penutupan perdagangan tersebut. 

Meski pasar saham secara keseluruhan mengalami ketidakpastian, BRIS mampu mempertahankan tren pertumbuhannya dengan stabil sejak awal tahun.

Sejak awal 2025 (year to date /YTD), saham BRIS telah mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,99 persen, meskipun IHSG dan banyak saham sektor finansial berada dalam tren bearish.

Baca juga : Hadir Dengan 7 Varian Rasa, Gokana Rilis Menu Baru Sushi Matsuri

Menurut Wisnu, kinerja positif ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk keluarnya izin penyelenggaraan usaha bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada BRIS pada 12 Februari 2025. 

“Izin ini memberikan peluang baru bagi BRIS dalam mengembangkan bisnis perdagangan emas dan penitipan emas, yang berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan,” ujarnya.

Selain itu, kinerja positif BRIS juga sejalan dengan pencapaian BSI pada tahun 2024, di mana Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 7,01 triliun, tumbuh 22,83 persen secara tahunan (YoY). 

Sektor keuangan BSI terus tumbuh secara signifikan, terutama dalam hal Dana Pihak Ketiga (DPK), pembiayaan, dan aset yang tercatat mengalami kenaikan substansial. 

Baca juga : Dukung Ketahanan Pangan, Program 1 Juta Hektare Jagung Dimulai Di Subang

"Kepercayaan investor terhadap BRIS terus meningkat berkat kinerja yang konsisten serta prospek bisnis yang terus berkembang, terutama melalui inovasi dan digitalisasi produk yang diterapkan BSI," katanya. 

Dengan pencapaian ini, BRIS, berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi para investor dan mencatatkan kinerja positif di masa depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.