Dark/Light Mode

Kantor PM Israel Bilang Kesepakatan Pembebasan Sandera Tercapai

Jumat, 17 Januari 2025 13:04 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto Reuters via BBC)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto Reuters via BBC)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan, Jumat (17/1) waktu setempat bahwa kesepakatan untuk pembebasan para sandera telah tercapai. Kantor PM menambahkan, selanjutnya kabinet keamanan akan bertemu untuk mendapat persetujuan seluruh jajaran Pemerintah soal kesepakatan gencatan senjata. 

Netanyahu menunda pemungutan suara kabinet untuk menyetujui perjanjian gencatan senjata di Gaza, yang dijadwalkan  Kamis (16/1/2025). Menyusul tudingan, Hamas telah mengupayakan perubahan perjanjian tersebut, demi keuntungan mereka,  pada menit-menit terakhir.

Baca juga : Menteri Keamanan Israel Ancam Mundur, Jika Netanyahu OK Dengan Kesepakatan Gaza

"Perdana Menteri Netanyahu telah diberitahu tim negosiator bahwa kesepakatan mengenai kesepakatan tersebut telah tercapai. PM Netanyahu telah memerintahkan kabinet politik-keamanan untuk menggelar rapat. Pemerintah kemudian akan menggelar rapat untuk menyetujui kesepakatan tersebut," imbuh kantor Netanyahu dalam pernyataannya, dilansir BBC News, Jumat (17/1/2025)

Keluarga para sandera juga telah dikabari, soal tersebut 

Baca juga : Legislator PAN Ingatkan Pemerintah Penggunaan Dana Zakat Harus Transparan

Perwakilan dari Israel, Hamas, Amerika Serikat, dan Qatar secara resmi menandatangani kesepakatan tersebut di Doha, Qatar. Kesepakatan diumumkan, Rabu (15/1/2024) oleh PM Qatar Sheikh Mohammed bin Abdul Rahman Al Thani. Kesepakatan tersebut akan mulai berlaku Minggu (19/1/2025), sambil menunggu persetujuan dari kabinet Israel.

Para mediator, sebelumnya, mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata untuk mengakhiri pertempuran antara Tel Aviv dan Hamas, dengan imbalan pembebasan sandera dan penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Jalur Gaza yang akan berlangsung selama enam minggu ke depan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.