Dark/Light Mode

Resmi Dibentuk, Danantara Perkuat BUMN

Senin, 24 Februari 2025 20:20 WIB
Danantara. (Foto: Ist)
Danantara. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) baru saja dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto. Berbagai pendapat pun diberikan terkait hal tersebut. 

Sejumlah kalangan menilai Danantara memiliki potensi besar untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan BUMN.

Pengamat BUMN Herry Gunawan mengatakan, keberadaan Danantara memiliki peluang memperkecil kesenjangan antara modal dengan investasi atau biasa dikenal dengan istilah saving-investment gap. 

Kesenjangan antara modal dan investasi ini, lanjut Herry, merupakan persoalan lama perekonomian Indonesia. Di mana, kemampuan pemerintah mendanai investasi sangat terbatas. 

Baca juga : Wamen Investasi: Kehadiran Danantara Langkah Strategis Perkuat Investasi

“Akibatnya ekonomi hanya tumbuh di kisaran 5 persen, dengan rasio investasi terhadap PDB Indonesia mentok di kisaran 30 persen saja,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (24/2/2025).

Danantara diharapkan mampu mengakselerasi transformasi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Yaitu, sebuah era kejayaan di mana Indonesia berdiri sebagai kekuatan ekonomi global yang mandiri, berdaulat, dan disegani.

"Karena itu, Danantara yang akan mengonsolidasikan BUMN, berpeluang memperbesar kontribusi investasi. Baik yang dilakukan sendiri maupun melalui kerja sama dengan pihak lain, dari dalam maupun luar negeri," jelasnya.

Dengan mengonsolidasikan sumber daya strategis nasional dan mengoptimalkan pengelolaan aset BUMN, Danantara akan menjadi katalis bagi industrialisasi berbasis nilai tambah, memastikan bahwa kekayaan alam negeri ini tidak lagi diekspor mentah, tetapi diolah dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Baca juga : Puan Apresiasi Peluncuran Danantara, Harap Dongkrak Ekonomi Nasional

Herry melanjutkan, dampak positif lainnya, Danantara bisa jadi penyangga kebutuhan pendanaan pemerintah sehingga bisa menurunkan ketergantungan Indonesia terhada investasi yang bersumber dari modal asing. 

"Kalau Danantara dikelola dengan baik dan asetnya berlipat, ketergantungan pemerintah terhadap dana asing, misalnya melalui utang, bisa saja menurun," ujarnya.

Terpisah, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudistira mengatakan, dengan permodalan yang lebih kuat, badan pengelola investasi Danantara bisa membantu pemerintah lebih cepat merealisasikan hilirisasi dan transisi energi yang selama ini sulit dilakukan.

Dengan mengkonsolidasikan sumber daya strategis nasional dan mengoptimalkan pengelolaan aset BUMN, Danantara akan menjadi katalis bagi industrialisasi berbasis nilai tambah, memastikan bahwa kekayaan alam negeri ini tidak lagi diekspor mentah, tetapi diolah dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Baca juga : Prabowo Teken Keppres Pembentukan Danantara

"Danantara bisa menjadi harapan untuk mempercepat realisasi proyek-proyek dari transisi energi," tegas Bhima.

Menurutnya, pembentukan Danantara juga bisa menjadi langkah strategis untuk mengurangi tekanan keuangan negara.

Sebagai badan pengelola investasi, Danantara berpotensi menjadi platform untuk menarik modal asing dan domestik ke proyek strategis nasional tanpa terlalu bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

“Danantara ini bisa menjadi menarik untuk investasi terutama ke energi baru terbarukan," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.