Dark/Light Mode

Demi Investasi Jangka Panjang Perekonomian Indonesia

Perkuat Industri Hulu Migas!

Selasa, 25 Februari 2025 21:41 WIB
Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Association, Marjolijn Wajong (tengah) bersama Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro (kedua kanan) dan Direktur Keuangan dan Komersial Tripatra, Benny Joesoep (kedua kiri). [Foto: Rusma/RM.id]
Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Association, Marjolijn Wajong (tengah) bersama Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro (kedua kanan) dan Direktur Keuangan dan Komersial Tripatra, Benny Joesoep (kedua kiri). [Foto: Rusma/RM.id]

RM.id  Rakyat Merdeka - Target produksi migas yang lebih ambisius dan agenda transisi energi, akan membuat keterlibatan industri dalam negeri semakin strategis bagi ketahanan energi nasional.

Demikian penegasan Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Association, Marjolijn Wajong. Hal ini dia sampaikan pada Media Training bertema “Dampak Berganda Industri Hulu Migas”, Selasa (25/2/2025) di Jakarta. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian acara menuju IPA Convex 2025, yang akan digelar pada 20-22 Mei 2025 di ICE BSD, Tangerang.

“Kami berharap, melalui Media Training ini, semakin banyak pihak memahami, bahwa penguatan industri hulu migas adalah investasi jangka panjang bagi perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Baca juga : Wamen Investasi: Kehadiran Danantara Langkah Strategis Perkuat Investasi

Menurut Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di industri hulu migas, terus meningkat, sehingga menciptakan dampak berganda terhadap perekonomian nasional.

Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Association, Marjolijn Wajong. [Foto: Rusma/RM.id]

Mengacu pada data ReforMiner Institute, sektor hulu migas nasional terkait dengan 129 industri lain, menyumbang 90 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dan menyerap 82 persen tenaga kerja di Indonesia.

Setiap investasi sebesar Rp 1 triliun di sektor hulu migas, jelas pakar Ekonomi Energi dan Perencanaan Fiskal-Keuangan Negara ini, akan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi hingga Rp 5,43 triliun. Angka ini menurutnya meningkat signifikan, dibanding satu dekade lalu.

Baca juga : Senayan Dukung Mind ID Perkuat Industri Baterai

“Indeks multiplier effect industri hulu migas terus tumbuh, mencerminkan besarnya peran sektor ini dalam mendorong ekonomi nasional,” ujar Komaidi, yang menjadi pembicara pertama Media Training IPA Convex 2025 ini.

Selain kontribusi terhadap investasi dan penerimaan Negara, lanjutnya, yang rata-rata Rp 192,32 triliun per tahun terhadap APBN, hulu migas juga mempercepat pertumbuhan industri pendukung dalam negeri.

“TKDN dalam pengadaan barang dan jasa hulu migas selama 12 tahun terakhir stabil di kisaran 54 hingga 68 persen,“ jelas pengajar di Fakultas Ekonomi, Universitas Trisakti, Jakarta ini lagi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.