Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kantongi Laba Rp 1,63 Triliun Per Januari
Kinerja BNI Di Awal Tahun Makin Ciamik
Sabtu, 1 Maret 2025 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kinerja ciamik. Awal tahun ini atau per Januari 2025, laba bersih BNI naik 9,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau year on year (yoy), dari Rp 1,48 triliun menjadi Rp 1,63 triliun.
Kenaikan tersebut dibarengi dengan pertumbuhan kredit dan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII).
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, perseroan selalu berupaya menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan. Ini dibuktikan dari pencapaian kinerja keuangan 2024 hingga periode satu bulan pertama 2025.
Menurut Royke, fundamental solid BNI terlihat dari kinerja sepanjang 2024 dan Januari 2025, yang secara konsisten menunjukkan pertumbuhan laba.
“Termasuk penyaluran kredit dalam mendukung ekspansi kami tahun ini,” ujar Royke dalam keterangan resmi, Jumat (28/2/2025).
Baca juga : Hore... Nasabah Bank Sampah Bebas Iuran
Berdasarkan data laporan keuangan pada Januari 2025 yang telah dipublikasikan pada website perseroan, penyaluran kredit BNI meningkat dari Rp 679,9 triliun menjadi Rp 749,8 triliun, atau tumbuh 10,3 persen. Hal ini yang mendorong NII meningkat dari Rp 3,12 triliun menjadi Rp 3,17 triliun.
BNI secara konsisten memprioritaskan pertumbuhan profitabilitas. Pertumbuhan kredit masih ditopang oleh segmen berisiko rendah, yakni segmen korporasi yang tumbuh 17 persen yoy dan kredit konsumer meningkat 14 persen yoy.
”Setelah beberapa tahun disiplin pada portfolio manajemen, BNI berhasil menjaga kualitas aset yang solid yang terlihat dari credit cost sebesar 1 persen pada Januari 2025,” jelasnya.
Selain itu, tekanan pada Net Interest Margin (NIM) mulai mereda awal tahun ini, dibandingkan kondisi terakhir tahun lalu.
Menurut Royke, hal ini tidak terlepas dari kondisi makro yang memberikan keuntungan bagi BNI. Terutama tren penurunan yield Sertifikat Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Serta potensi tambahan likuditas ke sistem perbankan pada semester kedua, dengan diterapkannya Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang harus ditempatkan di perbankan dalam negeri 100 persen selama satu tahun.
Baca juga : Putri Anne, Akui Sudah Bercerai
Pada 26 Maret 2025, BNI juga akan mengusulkan dividen payout ratio yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dividen tahun lalu tercatat 50 persen dari laba bersih.
”Berdasarkan pencapaian tersebut, kami yakin BNI dapat memberikan nilai tambah yang menarik bagi investor dan seluruh stakeholder,” katanya, optimistis.
Terpisah, Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah mengatakan, BNI menjadi salah satu bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang menunjukkan kinerja optimal tiap tahunnya.
Berkaca pada 2024, lanjut Piter, BNI membukukan pertumbuhan kredit 11,6 persen yoy menjadi Rp 775,87 triliun. Hal ini seiring dengan pemulihan ekonomi nasional dan ekspansi kredit yang prudent.
Apalagi, BNI sebagai bagian dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memiliki fundamental yang baik.
Baca juga : Korupsi Minyak Mentah Jadi Perhatian Presiden
“Jaringan digital BNI juga cukup luas. Bahkan telah fokus pada bisnis jaringan di luar negeri,” ujar Piter kepada Rakyat Merdeka, Jumat (28/2/2025).
Secara lebih luas, Piter menilai, kinerja Himbara yang sangat solid tersebut menjadi bukti nyata sinergi dan tata kelola yang baik telah menjadi modal kuat bagi Himbara. Khususnya dalam menghadapi tantangan industri yang dinamis.
“Fundamental bisnis yang kuat dari industri perbankan, termasuk BNI, mampu menjaga stabilitas industri perbankan, yang akan berdampak positif bagi perekonomian nasional,” ucapnya.
Menurutnya, tahun 2025 yang memang tidak mudah. Namun, dia berharap, BNI mampu mempertahankan kinerjanya dengan baik.
“Mempertebal bantalan sebagai antisipasi mewaspadai pergolakan ekonomi yang terjadi baik di dalam maupun luar negeri,” tutup Piter.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya