Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Jadi 4,9 Persen
Selasa, 18 Maret 2025 13:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 menjadi 4,9 persen, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,2 persen.
Sementara itu, pada 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan mencapai 5,0 persen, turun dari prediksi sebelumnya sebesar 5,1 persen.
Baca juga : Eddy Soeparno: Premanisme Ormas Ganggu Target Pertumbuhan Ekonomi, Harus Diberantas!
Proyeksi terbaru ini tertuang dalam laporan OECD Economic Outlook, Interim Report Steering through Uncertainty edisi Maret 2025, yang dirilis pada Senin (17/3).
“Indonesia diproyeksikan tumbuh sebesar 4,9 persen pada tahun 2025 dan 5,0 persen pada tahun 2026,” tulis laporan tersebut.
Baca juga : Industri Kimia Jadi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Untuk diketahui, Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,2 persen pada 2025. Sementara dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2026 targetnya yakni 5,3 persen.
OECD juga mencatat bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara-negara berkembang anggota G20. Secara global, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dunia diperkirakan melambat dari 3,2 persen pada 2024 menjadi 3,1 persen pada 2025, dan turun lagi menjadi 3,0 persen pada 2026.
Baca juga : Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Luhut-Airlangga Perkuat Sinergi
Revisi penurunan ini mencerminkan dampak dari meningkatnya hambatan perdagangan di beberapa ekonomi G20 serta ketidakpastian geopolitik dan kebijakan yang membebani investasi dan pengeluaran rumah tangga. OECD juga memperingatkan bahwa jika hambatan perdagangan terus meningkat, pertumbuhan ekonomi global bisa semakin melemah dan berkontribusi terhadap tekanan inflasi.
Sebelumnya, dalam perkiraan yang dirilis pada Desember 2024, OECD masih memproyeksikan pertumbuhan PDB global sebesar 3,3 persen untuk 2025 dan 2026. Namun, dengan dinamika ekonomi dan politik global yang berkembang, proyeksi tersebut kini direvisi ke bawah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya