Dark/Light Mode

Telkom Kembangkan Wisata Berbasis Konservasi di Desa Kramat

Rabu, 19 Maret 2025 06:33 WIB
Desa Wisata di wilayah Desa Kramat, Purbalingga, Jawa Tengah
Desa Wisata di wilayah Desa Kramat, Purbalingga, Jawa Tengah

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen mendorong pembangunan Indonesia melalui berbagai bidang, salah satunya pelestarian lingkungan dan peningkatan perekonomian masyarakat. 

Hal ini diwujudkan salah satunya dengan pengembangan potensi daerah melalui pariwisata berkelanjutan. Pariwisata berkelanjutan adalah sebuah konsep pariwisata yang mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan, sosial, budaya dan ekonomi melalui pengembangan Desa Wisata.

Senior General Manager Social Responsibility Telkom Hery Susanto menyampaikan, Telkom berupaya untuk menjaga keseimbangan alam dengan pelestarian flora dan fauna lokal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membuka peluang ekonomi berbasis ekowisata melalui pengembangan  desa wisata berbasis konservasi. 

Baca juga : Gandeng OJK, Kemenekraf Siapkan Pembiayaan Berbasis Token Buat Industri Kreatif

"Dengan mengembangkan desa wisata berbasis konservasi, kita tidak hanya mendukung perekonomian lokal, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian lingkungan untuk generasi mendatang. Hal ini sesuai dengan misi Telkom dalam mencapai target Sustainable Development Goals poin 15, yaitu mengelola hutan secara Lestari dan melindungi keanekaragaman hayati,” ujar Hery dalam keterangan resminya, Rabu (19/3) 

Berdasarkan data Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2021 menyebutkan bahwa Indonesia memiliki 75.000 desa dan sekitar 1.200, di antaranya berpotensi menjadi desa wisata.

Telkom bersama masyarakat lokal menginisiasi pengembangan Desa Wisata di wilayah Desa Kramat, Purbalingga, Jawa Tengah. Desa kramat yang terletak di antara Gunung Slamet dan dataran tinggi menyebabkan Purbalingga, terkhususnya wilayah Bukit Siregol menyimpan aneka keanekaragaman hayati. Di antaranya Pohon Pinus dan Kantung Semar hingga satwa langka seperti Elang Jawa, Monyet Ekor Panjang, dan Kungkang Jawa.

Baca juga : Pendaftar Membludak, Pram Pertimbangkan Menambah Kuota Mudik Gratis Di Jakarta

Desa Kramat merupakan desa yang terletak di bawah kaki Gunung Slamet dan berlokasi 5 km dari Kecamatan Karangmoncol. Desa Kramat terkenal akan wisata perkemahan dan rafting di Sungai Tambra, selain itu Desa dengan luas 1.128 hektare ini menyimpan aneka keanekaragaman hayati yang berpotensi menjadi daya tarik wisata. 

Melalui konsep desa wisata berbasis konservasi, Telkom mengutamakan pelestarian lingkungan, budaya, dan ekosistem lokal sambil tetap memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Masyarakat tidak hanya menjadi pelaku wisata, tetapi juga berperan aktif dalam upaya perlindungan alam dan keanekaragaman hayati.

Pengembangan Desa Kramat dilaksanakan pada Oktober hingga November 2024. Pembangunan yang telah dilakukan berupa gapura desa, pemasangan camera trap untuk pemantauan populasi satwa, rumah bibit, menara pengamatan yang dilengkapi fasilitas teropong (binocular), tempat sampah, serta peta, dan sign system.

Baca juga : Pakar Tak Keberatan Pasal Operasi Militer Selain Perang Masuk RUU TNI

Pengembangan Desa Kramat sebagai Desa Wisata berbasis konservasi tidak berhenti pada tahap Pembangunan. Pendampingan terus dilakukan oleh Telkom untuk memastikan keberlanjutan pengembangan Desa Kramat sehingga tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, namun juga menjadi pusat edukasi , konservasi, dan pemberdayaan ekonomi Masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.