Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kebutuhan Terus Meningkat, Produksi Minyak Dalam Negeri Kudu Didongkrak
Kamis, 20 Maret 2025 17:51 WIB
Sebelumnya
Situasi ini pula, yang menurutnya, membuat situasi dalam negeri menjadi cukup rawan. "Kesimpulannya apa? Berarti angka impornya makin gede. Karena yang 600 ribu (bpd) pun mungkin kita cuma dapet 450 ribu (bpd), sementara kebutuhan 1,6. Nah impor yang semakin gede ini artinya di situ ada celah yang luar biasa besar karena berkaitan dengan nilai uang yang cukup besar," tambahnya.
Memang tak bisa dipungkiri, sambung pakar energi jebolan Universitas Airlangga ini, impor menjadi solusi untuk pemenuhan energi sebagai upaya menghindari berbagai resiko sosial ekonomi dari BBM. Sebab bisa dibayangkan bagaimana kekacauan sosial yang bisa terjadi jika BBM langka.
Baca juga : Lestari Moerdijat: Potensi Peningkatan Pekerja Anak Harus segera Diantisipasi
"Jadi betapa luar biasanya, di dalam konteks APBN, di dalam konteks perputaran cashflow-nya BUMN maupun di dalam konteks kepentingan sosial ekonomi BBM ini memegang peran yang sangat vital," tambahnya.
Sementara pakar energi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri mengatakan kegiatan mencampur/blending/oplos adalah proses yang lazim dilakukan dalam pembuatan bensin.
Baca juga : Penjara Koruptor Di Pulau Terpencil, Ide Presiden Banyak Yang Dukung
Adapun kegiatan blending ini biasanya dilakukan untuk menghasilkan BBM Pertamax (RON 92) dengan mencampur 60 persen Pertalite (RON 90) dan 40 persen RON 95.
Namun demikian, dia mengingatkan kegiatan blending ini hanya boleh dilakukan oleh pihak yang mendapat ijin baik di Kilang maupun di Terminal Bahan Bakar (TBBM). Tujuan blending ini pun dimaksudkan untuk memenuhi spesifikasi Migas atau memperbaiki kinerja bahan bakar.
Baca juga : ’Ganteng’ Dan Produk Dalam Negeri, Publik Menanti Maung Pindad Dijual Umum
"Namun harus diingat, Jika BBM RON tinggi dicampur dengan BBM RON rendah, maka kinerjanya akan berkurang dan akan menimbulkan masalah deposit di dalam mesin," wantinya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya