Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Lonjakan Pengiriman Diproyeksi Capai 20 Persen, KAI Logistik Lakukan Berbagai Persiapan
Sabtu, 22 Maret 2025 18:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat peningkatan pengiriman hingga hari ke-19 Ramadan. KAI Logistik telah melayani pengiriman barang retail mencapai sekitar 3.300 ton.
Pengiriman ini didominasi oleh paket dengan total 151.073 koli atau setara dengan 2.500 ton, diikuti oleh pengiriman sepeda motor sebanyak 4.865 unit atau 780 ton.
Manager of Marketing & Sales Courier KAI Logistik Ayi Suryandi mengatakan, KAI Logistik telah memetakan berbagai persiapan dalam menghadapi dan mengantisipasi puncak lonjakan pengiriman barang.
Khususnya, pada aspek operasional untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dan kelancaran pengiriman barang masyarakat melalui KALOG Express.
Selain itu, KAI Logistik juga melayani pengiriman berbagai komoditas lainnya, seperti hewan, elektronik, dan tanaman.
Baca juga : Pastikan Mudik Lebaran Aman Dan Nyaman, Pelita Air Lakukan Inspeksi Keselamatan
“Pengiriman paket diprediksi akan mulai mengalami puncak lonjakan pada 2 minggu menjelang dan 2 minggu setelah Idul Fitri, dengan estimasi peningkatan lonjakan hingga 20 persen,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (22/3/2025).
Ayi mengatakan, KAI Logistik telah mempersiapkan berbagai langkah dan upaya untuk melayani angkutan barang pada momen Idul Fitri.
Selain menghadirkan Diskon Promo pengiriman sepeda motor hingga 25 persen, KAI Logistik juga telah mengantisipasi lonjakan pengiriman pada aspek operasional.
“KAI Logistik menyediakan kapasitas harian sebesar 350 ton atau meningkat sekitar 59 persen, dibandingkan kapasitas pada masa angkutan lebaran tahun lalu,” katanya.
Peningkatan kapasitas ini dipengaruhi oleh pengoperasian KA ONS Selatan sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan pelayanan dan mengakomodir peningkatan kebutuhan layanan.
Baca juga : PLN EPI Pastikan Keandalan Listrik Selama Ramadan, Pasokan Energi Primer Aman
Penguatan konektivitas jaringan dan layanan distribusi barang, menjadi aspek lain yang KAI Logistik lakukan dalam persiapan menghadapi lonjakan.
Menurut Ayi, optimalisasi operasional dilakukan melalui pemaksimalan operasional armada trucking maupun armada lainnya untuk akselerasi mobilitas dan memperluas proses layanan pengiriman kepada pelanggan.
Pengoptimalan layanan berbasis digital KAI Logistik juga menjadi fokus persiapan dalam menyambut momentum ini.
Ia mengungkapkan, KAI Logistik telah melakukan berbagai langkah mitigasi, baik melalui perawatan atau maintance system dan juga penguatan jaringan teknologi informasi, guna memastikan performa prima pada layanan pengiriman barang retail berbasis digital melaluiaplikasi KAI Logistik TRAX, yang diprediksikan akan menunjukkan tren peningkatan di momen ini.
Berbagai langkah strategis yang dilakukan tentunya sejalan dengan tagline ‘KAI Logistik, ispossible!’ yaitu dengan KAI Logistik semuanya menjadi mungkin.
Baca juga : Transaksi Ziswaf BSI Saat Ramadan Diproyeksi Naik 60 Persen
Dalam hal ini adalah memastikan kemudahan dan kenyamanan pelanggan dalam memenuhi kebutuhan logistik di masa puncak liburan.
“Selama masa libur lebaran, KALOG Express akan libur beroperasi pada 30 Maret sampai dengan 1 April 2025,” tuturnya.
Guna menghindari adanya penumpukan pengiriman, pihaknya juga mengimbau kepada pelanggan agar dapat mengelola pengirimannya dalam waktu yang cukup.
Tak hanya itu, dalam memastikan kemudahan akses layanan, pelanggan dapat melakukan cek tarif maupun pelacakan secara real time melalui website kalogistics.co.id, aplikasi Access by KAI, serta aplikasi KAI Logistik TRAX.
“Pelanggan juga dapat menghubungi costumer service yang tetap beroperasi pada masa libur lebaran untuk kemudahan akses layanan informasi,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya