Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wamen Investasi dan Hilirisasi Tawarkan Investasi ke 40 Investor Australia
Minggu, 23 Maret 2025 16:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus mengambil langkah strategis untuk menarik investasi asing ke Indonesia.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, ke Australia pada 19-20 Maret 2025.
Dalam kunjungan ini, Todotua mengadakan serangkaian pertemuan penting dengan pejabat pemerintah, investor, serta pemimpin bisnis Australia.
Dia juga menjadi pembicara utama dalam Australia-Indonesia Business Forum (AIBF) yang dihadiri oleh 40 perusahaan Australia dari berbagai sektor serta membuka Indonesia Investment Roundtable and Networking.
Kunjungan kerja ini dilakukan bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).
Baca juga : Investasi Syariah Menggeliat, Baznas Ajak Investor Zakat Dan Sedekah Saham
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi memaparkan berbagai peluang investasi dan kerja sama antara kedua negara, terutama di sektor hilirisasi yang memiliki potensi investasi mencapai 618 miliar dolar Amerika Serikat.
Selain itu, ia juga menyoroti proyek-proyek strategis nasional yang dapat mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Fokus Investasi di Sektor Prioritas
Todotua mengatakan, Program Asta Cita Presiden mencakup beberapa sektor utama yang menjadi peluang bagi investor asing. Seperti energi terbarukan, industri hilirisasi, ekonomi digital, infrastruktur, dan pendidikan.
Presiden juga telah mengumumkan 77 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan diprioritaskan pada periode 2025-2029.
"Beberapa proyek tersebut melibatkan swasta nasional, termasuk Program Hilirisasi Garam, Pengembangan Soda Ash, Hilirisasi Kelapa Sawit, Kelapa, Rumput Laut, serta Hilirisasi Nikel, Timah, Bauksit, dan Tembaga," ujar Todotua dalam keterangan resminya, Kamis (20/3).
Baca juga : Eddy Soeparno Jajaki Peluang Investasi Bidang Teknologi Karbon Rendah Di Seoul
Ia juga menekankan pentingnya investasi di sektor hilirisasi dan energi hijau guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Menurutnya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia telah menetapkan target ambisius dalam menarik investasi berkualitas.
"Indonesia telah mengidentifikasi 28 komoditas hilirisasi dengan potensi investasi sebesar 618 miliar dolar Amerika Serikat. Kami mengundang investor Australia untuk memanfaatkan peluang ini, terutama di sektor hilirisasi nikel dan bauksit, pengembangan energi terbarukan, serta infrastruktur digital," jelasnya.
Australia Sambut Baik Peluang Investasi
Menteri Perdagangan dan Pariwisata Australia Don Farrell menyambut positif berbagai peluang investasi yang ditawarkan Indonesia.
"Indonesia adalah mitra penting bagi Australia, dan Australia dapat berinvestasi di Indonesia karena kami memiliki teknologi terbaik dalam produksi pangan," paparnya.
Baca juga : Aksi Premanisme Ormas Rugikan Dunia Usaha, Investor Resah
Farrell juga menilai bahwa kerja sama ekonomi antara Australia dan Indonesia dapat semakin berkembang, terutama terkait rencana pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Australia memiliki keahlian dalam pengembangan kota, sehingga peluang kerja sama dalam pembangunan ibu kota baru sangat terbuka lebar," tambahnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya