Dark/Light Mode

Dongkrak Ekonomi, MIND ID Perkuat Integrasi Rantai Nilai Mineral Nasional

Rabu, 26 Maret 2025 20:50 WIB
MIND ID terus memperkuat integrasi rantai nilai industri mineral dan batu bara dari hulu hingga hilir, untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi. (Foto: dok. MIND ID)
MIND ID terus memperkuat integrasi rantai nilai industri mineral dan batu bara dari hulu hingga hilir, untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi. (Foto: dok. MIND ID)

RM.id  Rakyat Merdeka - BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID terus memperkuat integrasi rantai nilai industri mineral dan batu bara dari hulu hingga hilir, untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan bagi masa depan Indonesia.

Saat ini, terdapat 47 mineral kritis yang teridentifikasi dalam cadangan Indonesia. Potensi ini dapat mendorong hilirisasi dan pengembangan industri, yang mampu memenuhi kebutuhan domestik maupun global.

 

Baca juga : Kemenkop Siap Kembangkan Ekonomi Syariah Lewat Koperasi BMT Al Bahjah Cirebon


Terkait hal ini, Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID, Dilo Seno Widagdo mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan sumber daya mineral yang sangat besar. Indonesia semakin diakui sebagai pemain utama dalam pengembangan rantai pasok terintegrasi.

"Integrasi rantai nilai industri mineral dan batu bara adalah langkah strategis menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, hal ini juga akan memperkuat permintaan terhadap produk hilirisasi dan industrialisasi dalam negeri, sehingga ekonomi nasional dapat berkembang lebih stabil," papar Dilo.

Upaya ini selaras dengan kebijakan pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan per kapita, serta mendorong kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah operasional industri pertambangan.

Baca juga : Dukung Hilirisasi, Pelaku Industri Usul Kenaikan Royalti Minerba Ditunda

Dilo menuturkan, Indonesia telah berhasil membangun rantai pasok terintegrasi untuk komoditas nikel. Mulai dari penambangan bijih, hingga produksi baterai kendaraan listrik.

"Indonesia telah memiliki seluruh tahapan proses. Mulai dari pengolahan bijih nikel saprolit dan limonit, produksi nikel sulfat, hingga manufaktur baterai sel dan komponennya," jelasnya.

Ke depan, Grup MIND ID akan memperkuat rantai pasok nikel ini dan mengintegrasikannya dengan rantai pasok mineral lainnya. Demi mendukung industri strategis, terutama baterai kendaraan listrik.

Baca juga : Kolaborasi PNM dan Kementerian UMKM Perkuat Literasi Usaha Nasabah

"Sebetulnya, di Indonesia sudah ada berbagai perusahaan yang mendukung industri ini. Misalnya, pabrik baterai sel di Karawang serta pabrik prekursor yang sudah beroperasi. Namun, sebagian besar masih berada di luar Grup MIND ID. Kami optimistis dapat membangun ekosistem yang terintegrasi sepenuhnya," tutup Dilo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.