Dark/Light Mode

Perkuat Integrasi Rantai Pasok Aluminium Nasional, Proyek SGAR Fase II Dimulai

Kamis, 27 Maret 2025 09:10 WIB
Ilustrasi. SGAR Fase II akan menjadi pelengkap dari SGAR Fase I, yang memiliki kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun dan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada kuartal pertama 2025. (Foto: Min.id)
Ilustrasi. SGAR Fase II akan menjadi pelengkap dari SGAR Fase I, yang memiliki kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun dan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada kuartal pertama 2025. (Foto: Min.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Usaha Milik Negara Holding Industri Pertambangan Indonesia, Mining Industry Indonesia (MIND ID), melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), semakin memperkuat integrasi rantai pasok aluminium nasional dengan melanjutkan proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II.

SGAR Fase II akan menjadi pelengkap dari SGAR Fase I, yang memiliki kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun dan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada kuartal pertama 2025.

Dengan pengembangan ini, total kapasitas produksi alumina di Mempawah, Kalimantan Barat, akan meningkat menjadi 2 juta ton per tahun.

Saat ini, proyek SGAR Fase II tengah berada dalam tahap penyelesaian Bankable Feasibility Study (BFS) dan Final Investment Decision (FID), yang dijadwalkan rampung pada 2025.

Kedua dokumen ini akan menjadi dasar untuk memulai proses Engineering, Procurement, and Construction (EPC).

Baca juga : Dongkrak Ekonomi, MIND ID Perkuat Integrasi Rantai Nilai Mineral Nasional

Sebagai bagian dari strategi hilirisasi, INALUM juga akan membangun smelter aluminium baru guna menyerap alumina yang dihasilkan, sekaligus memperkuat rantai pasok industri aluminium nasional.

Perkuat Suplai Aluminium Nasional

Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID Dilo Seno Widagdo menyampaikan bahwa proyek ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah mineral Indonesia.

Dengan integrasi yang lebih kuat, proyek ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan aluminium nasional yang saat ini mencapai 1,2 juta ton per tahun.

"Kami melihat kebutuhan aluminium nasional terus meningkat. Oleh karena itu, kami memperkuat suplai dan rantai pasok agar dapat mendukung industrialisasi sektor manufaktur Indonesia di masa depan," ujar Dilo dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (27/3).

Ia juga menambahkan, dengan ekosistem rantai pasok aluminium yang semakin solid, Grup MIND ID akan memperkuat eksplorasi cadangan bauksit guna memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku.

Baca juga : PSU Pilbup Tasikmalaya Tuai Polemik Dan Rawan Digugat

"Cadangan bauksit nasional saat ini tercatat sebesar 158,83 juta ton, sementara kebutuhan produksi akan terus meningkat di masa mendatang," jelasnya.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi

Selain memperkuat industri, pengembangan SGAR Fase II juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.

Proyek ini diperkirakan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi hingga 5,5 persen pada 2025, sekaligus mendorong peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, serta pemerataan ekonomi di daerah.

"Hal ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan ekonomi Indonesia semakin berdaulat dan tumbuh lebih kuat menuju Indonesia Emas," katanya.

Pengiriman Perdana Alumina

Direktur Utama INALUM, Ilhamsyah Mahendra, menyampaikan bahwa pengiriman perdana alumina dari Mempawah ke smelter aluminium INALUM di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, diharapkan dapat dilakukan pada akhir April 2025.

Baca juga : Pembangunan Kembali 17 Kios Pasar Ciamis Segera Dimulai

"Kami bersyukur semua proses di lapangan berjalan sangat baik, dan kami dalam tahap menuju 100 persen kapasitas. Harapannya, pada akhir April, alumina pertama bisa dikirim ke Kuala Tanjung," ujar Ilham.

Saat ini, smelter aluminium INALUM memiliki kapasitas produksi aluminium sebesar 275.000 ton per tahun.

Seluruh hasil produksi diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan aluminium domestik.

"Dengan rencana ekspansi SGAR Fase II, maka kebutuhan aluminium domestik akan lebih banyak dipasok oleh mineral dalam negeri guna memperkuat ketahanan mineral Indonesia," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.