Dark/Light Mode

Waspada! Cuaca Ekstrem Diprediksi Berlanjut hingga Lebaran, Ini Langkah Siaga PLN

Kamis, 27 Maret 2025 10:07 WIB
Direktur Distribusi PLN Adi Priyanto saat memaparkan kesiapan kelistrikan nasional menjelang Idulfitri 1446 H pada Konferensi Pers Kesiapan dan Keandalan Pasokan Energi Selama Ramadan & Idulfitri 1446 H di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, (20/3). (Foto: PLN)
Direktur Distribusi PLN Adi Priyanto saat memaparkan kesiapan kelistrikan nasional menjelang Idulfitri 1446 H pada Konferensi Pers Kesiapan dan Keandalan Pasokan Energi Selama Ramadan & Idulfitri 1446 H di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, (20/3). (Foto: PLN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN (Persero) siap menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih berlanjut hingga masa mudik dan Lebaran 2025.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa curah hujan tinggi berpotensi mempengaruhi infrastruktur kelistrikan, sehingga PLN telah mengambil langkah-langkah antisipatif untuk memastikan suplai listrik tetap andal.

"Kami telah melakukan pengecekan menyeluruh dari sisi pembangkit, jaringan transmisi, hingga distribusi. Selain itu, kami juga menyiapkan sistem backup berlapis, khususnya di lokasi-lokasi vital seperti kantor pemerintahan, pelayanan publik, dan pusat kegiatan masyarakat," ujar Direktur Distribusi PLN Adi Priyanto dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (27/3).

Untuk memastikan keandalan listrik selama Ramadan dan Idulfitri, PLN telah melakukan:

Inspeksi jaringan listrik secara menyeluruh, terutama pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan daerah yang berpotensi terganggu akibat pohon atau faktor lainnya.

Baca juga : Awas Mobil Overheat Saat Mudik Lebaran, Berikut Ini Langkah Antisipasinya

Pembersihan jalur transmisi dan distribusi (right of way/ROW) guna mencegah gangguan akibat cuaca ekstrem.

Koordinasi dengan masyarakat agar dapat melaporkan jika ada jaringan listrik yang rawan terganggu pohon atau material lain.

Menyiagakan 69.000 personel, yang didukung 3.830 posko siaga di seluruh Indonesia.

"Kami memastikan kesiapan daya mampu pembangkit sebesar 67 gigawatt (GW), dengan beban puncak 45 GW, sehingga masih terdapat cadangan daya sebesar 22 GW (49 persen) untuk menghadapi periode Idulfitri," tambah Adi.

Selain itu, pasokan energi primer juga dalam kondisi aman, dengan: Batu bara lebih dari 22 hari operasi (HOP). Gas lebih dari 30 HOP. Bahan Bakar Minyak (BBM) lebih dari 20 HOP.

Baca juga : Jelang Lebaran, Warga Rame-rame Utang Pinjol

"Kami telah menyelesaikan pemeliharaan pembangkit satu bulan sebelumnya, sehingga seluruh pembangkit siap beroperasi penuh selama masa siaga Idulfitri," jelasnya.

Dukungan Infrastruktur Kelistrikan

PLN juga menyiapkan berbagai perangkat backup untuk mengantisipasi gangguan: 1.839 unit genset, 636 Uninterruptible Power Supply (UPS), 1.276 Unit Gardu Bergerak (UGB).

Sementara itu, PLN telah menetapkan 2.855 lokasi salat Idulfitri, 722 bandara, terminal, dan pelabuhan, serta 515 pusat kegiatan masyarakat sebagai prioritas pengamanan kelistrikan.

Dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem, PLN juga bersinergi dengan BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta pemerintah daerah.

"Kami ingin memastikan masyarakat bisa merayakan Idulfitri dengan tenang dan nyaman. Listrik harus tetap andal, dan PLN siap menjaga pasokan dari Sabang hingga Merauke, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)," kata Adi.

Baca juga : Cuaca Besok, Tangerang Diprediksi Mendung Hingga Hujan, Yuk Intip Prediksi BMKG

PLN mengajak masyarakat untuk melaporkan gangguan listrik melalui Aplikasi PLN Mobile, agar petugas dapat segera melakukan tindakan perbaikan.

"Momen istimewa ini harus dinikmati tanpa gangguan listrik. Kami telah menyiapkan segalanya, mulai dari pembangkitan hingga jaringan distribusi, demi memastikan listrik tetap menyala saat masyarakat merayakan Idulfitri," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.