Dark/Light Mode

Tempat Wisata Ramai, Ekonom: Katalis Positif Konsumsi Masyarakat

Kamis, 3 April 2025 12:02 WIB
Warga berwisata di Beach Poll Taman Impian Jaya Ancol saat libur Lebaran, Selasa (1/4/2025). (Foto: Rizki Syahputra/RM)
Warga berwisata di Beach Poll Taman Impian Jaya Ancol saat libur Lebaran, Selasa (1/4/2025). (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Warga ramai-ramai memanfaatkan libur panjang Lebaran 2025 untuk mudik, berkumpul bersama keluarga hingga berwisata ke tempat-tempat hiburan. Momen ini juga menjadi ajang perputaran uang di berbagai daerah.

Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai tingkat konsumsi domestik menjadi sangat optimal ketika memasuki momentum bulan Ramadan maupun lebaran.

“Itu sebenarnya sudah dibuktikan secara historical dari sebelumnya. Jadi kita lihat saja misalnya; adanya peningkatan aktivitas belanja,” ucap Nafan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/4).

Baca juga : Pengurus Danantara Meluncur, Ekonom Asing Sebut RI Kirim Sinyal Positif Ke Dunia

“Di sejumlah kawasan wisata di daerah serta terjadi lonjakan peningkatan penumpang secara signifikan. Dalam hal aktivitas mudik dengan menggunakan kereta api. Serta terjadi peningkatan arus lalu lintas. Arus lalu lintas kendaraan bermotor khusus yang melalui jalan tol,” katanya menambahkan.

Ia mengatakan, hal ini menjadi katalis positif karena aktivitas konsumsi masyarakat secara domestik mengalami kenaikan.

“Tentunya ini juga merupakan suatu katalis positif. Di mana aktivitas konsumsi domestik itu benar-benar mengalami optimalisasi atau mengalami peningkatan yang optimum. Dengan memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan maupun periode mudik lebaran,” paparnya.

Baca juga : Sobat Aksi Ramadan 2025. Wujud Kehadiran Pertamina Bagi Masyarakat Sorong

Selain itu, aktivitas ini membuktikan bahwasanya denyut nadi di perekonomian negara berjalan.

“Hemat saya ini bisa mulai menggeliat ya. Hemat saya demikian. Mudah-mudahan saja nanti akan terefleksikan di hasil kinerja ekonomi di kuartal 1 khususnya,” ujar Nafan.

Pasalnya, Nafan menjelaskan bahwa di tahun-tahun sebelumnya, optimalisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia terjadi di kuartal kedua. Sebab, pada waktu itu dinamika bulan ramadhan maupun periode lebaran efeknya terjadi di kuartal kedua.

Baca juga : Telkom Kembangkan Wisata Berbasis Konservasi di Desa Kramat

“Tapi ini kan memang antara di kuartal 1 maupun di kuartal 2 memang seharusnya ada, bisa menghasilkan. Bisa mengalami perkembangan yang progresif kalau menurut saya dari sisi perekonomian domestik kita,” kata Nafan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.